Connect with us

NASIONAL

Gus Kikin Percepat Susunan Pengurus Baru PBNU

Aktualitas.id -

Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Tak pakai lama! Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin langsung tancap gas. Struktur kepengurusan baru PBNU hasil Muktamar Ke-35 NU yang semula ditarget sebulan, bakal dipercepat!

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof Ganefri menjelaskan, setelah Ketua Umum ditetapkan, tahapan selanjutnya adalah formatur. Tim formatur diberi amanah paling lama satu bulan untuk merampungkan struktur.

Tim formatur sendiri terdiri dari tokoh-tokoh dari Sabang sampai Merauke: H Abdul Qahar Yelipele mewakili Papua Pegunungan, H Amar Manaf dari Maluku, Prof Mansur Ma’shum dari NTB, KH Muhammad Wildan Salman dari Kalsel, KH Abdul Ghaffar Rozin dari Jateng, Prof Ganefri dari Sumatra, dan tuan rumah KH Abdul Matin Djawahir dari Tuban.

BACA JUGA  Cak Imin Tegaskan PKB Didirikan Bukan untuk NU Pribadi

Gus Kikin menegaskan, pengisian struktur adalah harga mati sebelum kerja.

“Programnya tetap aja 1 bulan, itu kita ngisi dulu organisasi. Tanpa itu kita bagaimana mau kerja,” ujarnya.

Yang menarik, Gus Kikin buka pintu lebar untuk para pesaingnya. Empat kandidat lain yang tak terpilih seperti KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa), KH Abdussalam Sochib (Gus Salam), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan KH Abdul Ghofar Rozin dipastikan akan dirangkul.

“Kita akan coba kita wadahi. Karena itu memang potensi-potensi yang ada itu memang harus kita optimalkan,” tegas Gus Kikin.

Ia juga memastikan kepemimpinannya periode 2026-2031 akan berpegang teguh pada Qanun Asasi.

“Pembangunan SDM, itu ada di buku Qanun Asasi itu. Nah ini, nanti kita pertimbangkan semuanya supaya semuanya itu nanti bisa berjalan bagus, jadi SDM-nya bagus, dan kemudian yang lain-lain, ekonomi juga itu kita optimalkan,” katanya.

BACA JUGA  Ketum PBNU Gus Yahya Dipanggil ke Istana

Menurutnya, Qanun Asasi adalah bukti NU sangat inklusif dan terbuka.

“Jadi buku di situ itu nampak bahwa NU itu di buku itu sangat-sangat inklusif, terbuka. Nah itu nanti ada persyaratannya, bagaimana masuk ke dalam NU, nah di situ itu kita harus bersatu. Kemudian ada kebersamaan, itu inti dari NU,” lanjutnya.

Seperti diketahui, KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin terpilih sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 melalui musyawarah mufakat 9 kiai sepuh dan kiai khos anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) di Muktamar ke-35 NU. (Bowo/Mun)

TRENDING