DUNIA
Serangan Balasan Iran Picu Krisis Energi Israel
AKTUALITAS.ID – Israel dilaporkan tengah bersiap menghadapi gelombang serangan rudal dari Iran dengan mengalihkan sektor energinya ke mode darurat.
Surat kabar Haaretz melaporkan pemerintah Israel akan mengurangi operasi kilang serta menghentikan sementara sebagian infrastruktur gas alam sebagai langkah antisipasi atas eskalasi konflik.
Menurut laporan yang dikutip Al Jazeera, Menteri Energi Israel Eli Cohen dijadwalkan mengumumkan langkah darurat tersebut.
Disebutkan bahwa Bazan Group telah menutup sebagian fasilitas kilang di Haifa. Selain itu, pemerintah juga memerintahkan penghentian sementara sejumlah platform gas lepas pantai guna meminimalkan risiko kerusakan akibat serangan.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap target Iran sejak Sabtu pagi waktu setempat. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan tersebut dilaporkan menyasar beberapa titik strategis di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania.
Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi di kawasan serta potensi dampaknya terhadap pasar global. Pemerintah Israel disebut memprioritaskan perlindungan infrastruktur vital guna menjaga pasokan energi nasional tetap aman di tengah situasi yang berkembang cepat. (Mun)
-
RAGAM23/07/2026 15:30 WIBDokter Peringatkan 3 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
-
NASIONAL23/07/2026 15:00 WIBResmi Jadi Kepala BGN, Sudaryono Kini Rangkap Tiga Jabatan
-
RIAU23/07/2026 12:00 WIBLAMR Bengkalis Perkuat Persatuan Lewat Gotong Royong Sambut Kenduri Adat
-
NASIONAL23/07/2026 16:00 WIBNanik S Deyang Bantah Isu Liar Mundur dari Kepala BGN, Sebut Dasco Paling Tahu
-
POLITIK23/07/2026 10:00 WIBYusril Bantah Deportasi WN Palestina Bermotif Politik
-
OASE23/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Singgung Rahasia Air di Tubuh Manusia
-
EKBIS23/07/2026 09:30 WIBIHSG Bangkit Lagi
-
EKBIS23/07/2026 10:30 WIBRupiah Tumbang ke Rp17.910/US$

















