Ekstra
Rupiah Jeblok ke Rp17.762 per Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Tekanan global akibat panasnya situasi di Timur Tengah langsung menghantam mata uang tanah air. Nilai tukar rupiah kembali tersungkur di zona merah melawan dolar AS pada perdagangan Rabu (2/9/2026) pagi.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.28 WIB, rupiah melemah hingga berada di level Rp17.766 per dolar AS, terdepresiasi 22 poin atau 0,12 persen dari penutupan sebelumnya. Sementara data Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda bertengger di posisi Rp17.722 per dolar AS.
Pelemahan ini memicu kekhawatiran pasar mengingat rupiah kian mendekati batas psikologis baru yang makin mengkhawatirkan.
Nasib apes rupiah tidak terjadi sendirian. Mayoritas mata uang di kawasan Asia ikut bertumbangan dihantam dominasi dolar AS. Ringgit Malaysia terdepresiasi 0,12 persen, peso Filipina merosot 0,42 persen, dan yuan China ikut terkikis 0,01 persen.
Mata uang negara-negara maju seperti euro Eropa, poundsterling Inggris, hingga dolar Australia pun kompak melemah berhadapan dengan keperkasaan greenback.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti bahwa pergerakan rupiah sepanjang hari ini diproyeksikan akan terus berfluktuasi dengan kecenderungan melemah.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa kombinasi konflik militer di Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak dunia menjadi biang kerok utama tertekannya nilai tukar rupiah.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah dunia, serta penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS,” ujar Lukman.
Dengan kenaikan harga minyak yang menguras pasokan valas serta naiknya yield obligasi AS, pelaku pasar cenderung mengamankan aset mereka ke dolar AS. Lukman memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan tertahan di rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS. (Firman/Mun)
-
NUSANTARA01/09/2026 14:30 WIBPria Inggris Tewas Misterius di Vila Bali
-
NASIONAL01/09/2026 17:30 WIBMahasiswa Gugat UU ITE ke MK, Persoalkan Kewenangan Pemerintah Putus Akses Informasi
-
NASIONAL01/09/2026 13:00 WIBGerindra Semprot Bakom Soal Hasil Survei Anjlok
-
NUSANTARA01/09/2026 13:30 WIBKebakaran Hutan Ogan Ilir Hanguskan Rumah Guru
-
NASIONAL01/09/2026 14:00 WIBData Desil Dipersoalkan, DPR Minta Beasiswa Tak Dikunci Kemiskinan
-
NUSANTARA01/09/2026 15:30 WIBSinabung Siaga, 2.451 Warga Dua Desa Bakal Dievakuasi
-
DUNIA01/09/2026 15:00 WIBGeger Pentagon! Menteri Angkatan Darat AS Pilih Mundur
-
EKBIS01/09/2026 16:30 WIBMenteri PKP Apresiasi Rumah Cahaya, Bentuk Kepedulian bagi Para Pahlawan

















