Berita
Uskup Agung Jakarta Bantah Ada Pelecehan Seksual di Gereja Katolik
Gereja Katolik ada yang disebut sebagai rahasia pengakuan,
AKTUALITAS.ID – Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Ignatius Kardinal Suharyo membantah kabar terkait kasus pelecehan di gereja Katolik di Indonesia. Ia mengaku tak pernah menerima laporan soal kasus tersebut.
“Saya sebagai Uskup Keuskupan Agung Jakarta, dan wali gereja tidak pernah menerima laporan itu,” kata Ignatius di Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (25/12).
Ia malah mempertanyakan jika ada pihak KWI yang membeberkan dugaan pelecehan di lingkungan gereja Katolik di Indonesia tersebut.
“Makanya saya mempertanyakan KWI mana yang bicara atas nama KWI. Tanya ke mereka dari mana mendapat data, valid atau tidak data itu. Atau secara etis melanggar etika atau tidak. Ini dari mana datanya? Kok atas nama KWI, sementara ketuanya tidak tahu. Kan, aneh,” ungkapnya.
Sebelumnya Sekretaris Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Paulus Christian Siswantoko mengakui ada pelecehan seksual yang dilakukan para rohaniawan Gereja Katolik di Indonesia.
Siswantoko sempat membeberkan data jumlah korban pelecehan dan kekerasan seksual di gereja Katolik Indonesia. Data itu disebut Siswantoko diperoleh berdasarkan pengakuan para korban.
Setidaknya ada 21 korban dari kalangan seminaris dan frater, 20 orang suster, dan 15 korban lainnya kalangan awam.
Selain itu, majalah Katolik Warta Minggu tersebut melaporkan bahwa setidaknya 56 orang mengalami pelecehan seksual di dalam Gereja Katolik di seluruh Indonesia. Laporan berjudul Pelecehan Seksual di Gereja Indonesia: Fenomena Gunung Es? diterbitkan pada edisi Minggu, 7 Desember 2019.
“Saya tidak pernah menerima laporan seperti itu. Itu KWI yang mana, yang bicara tentang perkara itu? Tanyakan pada yang menulis itu, dari mana dia mendapat data,” kata Suharyo pada konferensi pers perayaan Natal 2019, Jakarta (25/12).
Lagipula, sambung Suharyo, masalah-masalah internal seperti ini tidak boleh diceritakan kepada publik. “Bagi saya, sebagai Uskup, itu melanggar kode etik apalagi menceritakan di depan umum. Tidak boleh kasus-kasus seperti itu digelar begitu saja di depan seminar,” tambahnya.
Suharyo menjelaskan bahwa di dalam Gereja Katolik ada yang disebut sebagai rahasia pengakuan, di mana seorang Uskup menerima pengakuan dalam kasus seperti itu terikat rahasia.
“Jadi kalau itu nanti mau ditindaklanjuti, saya tidak mengerti sampai ke mana, Joseph sudah tertunduk-tunduk minta maaf. Seharusnya dari segi rahasia pengakuan tidak bisa diumbar,” ujar Suharyo kepada wartawan.
-
PAPUA TENGAH25/02/2026 20:17 WIBDiskominfo Mimika Tambah Puluhan CCTV untuk Perkuat Keamanan Timika
-
EKBIS25/02/2026 20:30 WIBDiharapkan Bisa Serap Seribu Pekerja, Tambang Ombilin Percepat Reaktivasi
-
OASE26/02/2026 05:00 WIBSurah At-Takasur: Peringatan Keras atas Persaingan Harta dan Nikmat Dunia
-
PAPUA TENGAH25/02/2026 21:00 WIBHabiskan 1,5 Miliar, Pemkab Mimika Akan Hibahkan Dua Unit Rumah Dinas Kejaksaan
-
NASIONAL25/02/2026 21:30 WIBDari Langit Yordania, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan “Ramadan Mubarak”
-
EKBIS25/02/2026 22:00 WIBIndonesia Pasar Motor Terbesar Ketiga Dunia
-
OLAHRAGA25/02/2026 21:15 WIBParuh Kedua IBL 2026, Rayvonte Rice Perkuat Kesatria Bengawan Solo
-
DUNIA25/02/2026 23:00 WIBKerahkan Drone dan Rudal, Garda Revolusi Iran Gelar Latihan Tempur

















