OASE
Surah At-Takasur: Peringatan Keras atas Persaingan Harta dan Nikmat Dunia
AKTUALITAS.ID – Surah At-Takasur merupakan surah Makkiyah yang terdiri dari 8 ayat. Mayoritas ulama sepakat surah ini turun di Makkah pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW, ketika kaum musyrik Quraisy sibuk berbangga diri dengan kekayaan dan keturunan mereka.
Nama At-Takasur berarti “bermegah-megahan” atau “berlomba-lomba dalam memperbanyak”. Surah ini juga dikenal sebagai Surah Alhakum, diambil dari ayat pertama, serta disebut pula Surah Al-Maqbarah karena menyinggung kebiasaan membanggakan jumlah leluhur hingga ke kuburan.
Dalam urutan turunnya wahyu, Surah At-Takasur disebut sebagai surah ke-16, turun setelah Surah Al-Kawthar dan sebelum Surah Al-Ma’un.
Teguran atas Obsesi Dunia
Pada dua ayat pertama, Allah SWT mengecam manusia yang lalai karena sibuk memperbanyak harta, pengaruh, dan keturunan. Pada masa itu, sebagian kaum Quraisy bahkan saling menghitung jumlah anggota kabilah hingga ke makam nenek moyang mereka demi menunjukkan keunggulan.
Perilaku ini membuat mereka lupa pada tujuan hidup yang sesungguhnya dan mengabaikan persiapan menuju akhirat.
Kepastian Hari Pembalasan
Ayat-ayat selanjutnya menegaskan bahwa manusia kelak akan mengetahui akibat dari kelalaian tersebut. Surah ini memperingatkan tentang kepastian Hari Kiamat dan ancaman neraka bagi mereka yang terus terjebak dalam kesombongan duniawi.
Penegasan ini diulang untuk menanamkan rasa takut sekaligus kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Setiap Nikmat Akan Dihisab
Pesan paling kuat terdapat pada ayat terakhir, yang menegaskan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh nikmat yang telah diterima di dunia.
Harta, kesehatan, waktu, dan berbagai kesenangan hidup bukan sekadar untuk dibanggakan, tetapi amanah yang kelak akan ditanya penggunaannya.
Pesan Moral Surah At-Takasur
Surah At-Takasur menjadi pengingat bahwa obsesi terhadap materi dan kebanggaan duniawi dapat melalaikan manusia dari kebenaran. Islam mengajarkan keseimbangan: bekerja dan meraih rezeki diperbolehkan, namun tidak boleh menggeser tujuan utama hidup, yakni beribadah dan mempersiapkan diri menghadapi hari perhitungan.
Dengan gaya bahasa singkat namun tegas, Surah At-Takasur mengingatkan bahwa setiap nikmat adalah tanggung jawab, dan setiap perbuatan akan mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat. (Mun)
-
NASIONAL29/05/2026 18:00 WIBDasco: RUU Satu Data Obat Mujarab Bansos Nyasar
-
NUSANTARA29/05/2026 19:30 WIBAnak Kepala Daerah dan Selebgram Diciduk Pesta Narkoba di Riau
-
POLITIK29/05/2026 20:00 WIBPDIP: Jokowi Keliling Indonesia Tidak Berpengaruh Politik
-
NASIONAL29/05/2026 20:15 WIBDenny JA: Macron dan Prabowo, Dua Pemain Geopolitik yang Hebat
-
NUSANTARA29/05/2026 17:30 WIBBupati Pandeglang Lantik Tersangka Tabrak Siswa SD Jadi Staf Ahli
-
DUNIA29/05/2026 19:00 WIBNetanyahu Perintahkan Militer Israel Kuasai 70 Persen Wilayah Gaza
-
DUNIA29/05/2026 21:00 WIBIran Tembak Jatuh Drone AS di Selat Hormuz
-
NASIONAL29/05/2026 17:00 WIBKomisi I DPR: TNI Jangan Ambil Alih Tupoksi Polri

















