EKBIS
Prabowo Minta Menkeu Purbaya Simulasikan Dampak Harga Minyak
AKTUALITAS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan berbagai skenario dampak kenaikan harga minyak mentah dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Simulasi tersebut disiapkan untuk mengantisipasi gejolak harga energi global yang berpotensi terus meningkat.
“Kemarin waktu di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda, bukan 100 Dolar AS aja atau lebih. Jadi gimana anggarannya, kita sedang hitung,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Purbaya menjelaskan arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat kabinet setelah harga minyak mentah dunia sempat menembus 100 Dolar AS per barel.
Pemerintah tidak hanya menghitung dampak berdasarkan satu asumsi harga minyak. Kementerian Keuangan juga menyusun sejumlah skenario untuk melihat konsekuensi terhadap kondisi fiskal apabila harga minyak kembali mengalami kenaikan.
Simulasi itu diperlukan untuk mengukur ruang fiskal pemerintah sekaligus menyiapkan langkah antisipasi terhadap perubahan harga energi global.
Meski harga minyak dunia mengalami lonjakan, Purbaya memastikan pemerintah tetap berupaya menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.
“Kalau yang subsidi akan kita jaga terus,” tegas Purbaya.
Harga minyak mentah Brent sempat melonjak sekitar 7 persen dan ditutup di atas 100 Dolar AS per barel pada Kamis (23/7/2026). Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak Mei 2026.
Pada perdagangan Jumat (24/7/2026), harga Brent terkoreksi 0,72 persen menjadi 99,97 Dolar AS per barel. Kendati turun, minyak acuan global tersebut masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan sekitar 13,5 persen.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,76 persen menjadi 91,49 Dolar AS per barel. WTI masih berpotensi membukukan penguatan sekitar 10,9 persen dalam sepekan.
Kenaikan harga minyak dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak melalui Bab el-Mandeb. Jalur pelayaran tersebut menjadi salah satu rute strategis bagi perdagangan energi dunia.
Ketegangan geopolitik di kawasan turut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasokan minyak global. Kondisi itu membuat harga minyak mentah bergerak lebih tinggi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Situasi semakin mendapat perhatian setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan meminta Iran bertanggung jawab atas setiap serangan lanjutan yang mengganggu jalur pelayaran internasional.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memilih menyiapkan sejumlah skenario fiskal untuk menghadapi kemungkinan harga minyak berada di atas asumsi yang digunakan dalam penyusunan APBN. Langkah itu sekaligus menjadi upaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi di tengah ketidakpastian pasar energi global.
-
NASIONAL24/07/2026 23:59 WIBMensos Saifullah Yusuf Tindak Lanjuti Temuan ICW soal Pengadaan Sekolah Rakyat
-
OLAHRAGA24/07/2026 23:33 WIBWapres dan Pemain Legenda Bagikan Kaos Misi Penyelamatan Sriwijaya FC
-
NASIONAL24/07/2026 22:30 WIBDNIKS Gandeng Kemensos, BUMN, dan Swasta Perkuat Program Pemberdayaan Sosial
-
OLAHRAGA24/07/2026 23:00 WIBMarc Marquez Kembali Jadi Ancaman, Persaingan Gelar MotoGP 2026 Semakin Panas
-
NASIONAL25/07/2026 09:00 WIBImigrasi: WNA Dilarang Jadi Ketua Acara di Indonesia
-
EKBIS25/07/2026 10:30 WIBHarga Emas Antam Resmi Naik Rp7.000
-
EKBIS25/07/2026 09:30 WIBKabar Baik! BBM Nonsubsidi Masih Lebih Murah Bulan Ini
-
JABODETABEK25/07/2026 05:30 WIBBMKG: Suhu Jakarta Tembus 34 Derajat

















