OASE
Cara Menghitung Fidyah Yang Benar
AKTUALITAS.ID – Bagi umat Islam, melaksanakan puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib. Oleh sebab itu, seseorang yang meninggalkannya harus membayar puasa tersebut.
Dalam membayar puasa, bisa dilakukan dengan cara mengganti puasa setelah puasa Ramadhan berakhir atau bisa juga dengan membayar fidyah.
Hal ini didasarkan pada ayat Alquran berikut:
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ
Artinya: “Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (puasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Fidyah adalah bentuk pengampunan bagi orang yang tidak dapat berpuasa pada bulan Ramadan karena sakit, hamil, atau melahirkan.
Kriteria dalam penjelasan ini sesuai dengan keterangan yang terdapat dalam kitab Asna al-Mathalib karya Imam Zakaria al-Anshari (wafat 926 H), sebagaimana berikut:
(فرع) من عجز عن الصوم لهرم أو زمانة أو اشتدت عليه مشقة سقط أي الصوم عنه لقوله تعالى {وما جعل عليكم في الدين من حرج} [الحج: 78] ولزمته الفدية قال تعالى {وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين} [البقرة: 184] المراد لا يطيقونه أو يطيقونه حال الشباب ثم يعجزون عنه بعد الكبر
“(Cabang pembahasan). Barang siapa tidak mampu berpuasa karena usia lanjut, penyakit menahun, atau mengalami kesulitan yang sangat berat, maka gugurlah kewajiban puasa darinya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala: “Dan Dia tidak menjadikan kesempitan untukmu dalam agama.” (QS. Al-Hajj: 78).
Namun ia tetap wajib membayar fidyah. Allah Ta’ala berfirman: “Dan bagi orang-orang yang tidak mampu menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184). Yang dimaksud adalah orang-orang yang memang tidak mampu berpuasa, atau mereka yang mampu ketika masih muda, kemudian tidak lagi mampu setelah datang usia tua.” (Asna al-Mathalib [Kairo: Dar al-Kitab al-Islami], juz 1, h. 428)
Fidyah dapat dibayar dengan memberikan makan atau membiayai makan bagi orang miskin, atau dengan menyumbang uang tunai atau bahan makanan pokok lainnya.
Untuk menghitung fidyah, berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Tentukan jumlah hari tidak berpuasa
Fidyah dapat dibayar untuk setiap hari yang terlewatkan dalam berpuasa pada bulan Ramadan.
2. Tentukan nominal fidyah per hari
Nominal fidyah per hari biasanya ditentukan berdasarkan hadits atau fatwa yang berlaku. Perlu anda tahu, Dilansir dari Baznas, pendapat yang sama juga disampaikan Ulama Hanafiyah, yang menyebut bahwa fidyah yang harus dikeluarkan sebesar 2 mud atau setara 1/2 sha’ gandum. Jika 1 sha’ setara 4 mud = sekitar 3 kg, maka 1/2 sha’ berarti sekitar 1,5 kg atau Rp. 60.000,’ per hari.
3. Hitung total fidyah
Karena nominal fidyah per hari sudah ditentukan, maka untuk menghitung total fidyah yang harus dibayar, Anda hanya perlu mengalikan jumlah hari dengan nominal per hari. (contoh: 60.000 x 3 hari = 180.000).
Uraian di atas dirasa penting untuk dijadikan rujukan. Umat Islam sepatutnya memahami ketentuan-ketentuan persoalan di atas agar tidak keliru dalam menunaikan kewajiban menyangkut ibadah puasanya.
(Goeh Wndh)
-
NASIONAL01/06/2026 18:00 WIBKonten Porno Tayang di JAKTV, Pengamat Minta KPI dan Komdigi Investigasi
-
FOTO01/06/2026 20:42 WIBFOTO: Golkar DKI Gelar Pengajian Ideologi Kebangsaan ke-IV
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 16:34 WIBDisdukcapil Mimika Permudah Akses Adminduk Warga Pesisir dengan Jemput Bola
-
POLITIK01/06/2026 19:47 WIBHasto: PDIP akan Putar Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme untuk Perkuat Ideologi
-
NASIONAL01/06/2026 18:40 WIBMantan Menlu Dino Patti Djalal Kritik Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Prabowo
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 21:30 WIBPeringatan Hari Lahir Pancasila di Mimika, Perkokoh Persatuan dan Semangat Kebangsaan
-
NUSANTARA01/06/2026 15:30 WIBKarhutla Sumsel Naik Gila-Gilaan Dibanding Tahun Lalu
-
OASE02/06/2026 05:00 WIBAl-Quran Sudah Bahas Rahasia Laut 1.400 Tahun Lalu

















