POLITIK
Deddy Sitorus: Potensi Konflik Kepentingan Jika Keluarga Presiden Maju Pilpres
AKTUALITAS.ID – PDI Perjuangan (PDIP) memberikan respons terkait gugatan uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta larangan bagi keluarga Presiden dan Wakil Presiden menjabat untuk maju dalam Pilpres. PDIP menilai gugatan tersebut masuk akal guna menghindari potensi penyalahgunaan kekuasaan.
Ketua DPP PDIP sekaligus Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, menyatakan bahwa secara logika hukum, pencalonan keluarga dekat petahana sangat rentan memicu intervensi.
“Secara logika memang, jika keluarga presiden yang sedang menjabat mencalonkan diri, potensi adanya conflict of interest yang bermuara pada intervensi kekuasaan akan sangat rentan dan potensial terjadi,” ujar Deddy kepada media, Rabu (25/2/2026).
Mengenai apakah larangan tersebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) atau tidak, Deddy menyerahkan sepenuhnya kepada pertimbangan hakim konstitusi.
Deddy juga mengkritik budaya politik di Indonesia yang masih bersifat feodal dan paternalistik. Kondisi ini diperparah dengan penegakan hukum serta pengawasan pemilu yang dinilai masih belum maksimal.
Menurutnya, kombinasi antara pragmatisme pemilih dan buruknya kinerja pengawasan pemilu membuat celah penyelewengan kekuasaan semakin terbuka lebar.
“Potensi penyelewengan kekuasaan akan semakin besar. Dan itu sudah terbukti dalam pilpres yang baru lalu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Deddy membandingkan kondisi di Indonesia dengan negara lain. Ia menyebut banyak negara maju tidak mengatur hal ini secara tertulis karena memiliki standar moral dan etika politik yang sangat kuat.
“Beda dengan di negeri kita yang cenderung machiavelistik. Baiknya kita tunggu saja bagaimana pandangan dan putusan MK,” pungkasnya. (Bowo/Mun)
-
OTOTEK06/06/2026 14:30 WIBHarga Oli Mobil Naik Juni 2026, Cek Daftar Terbaru Sebelum Servis
-
DUNIA06/06/2026 23:00 WIBPasukan IDF Israel Tewaskan Bayi Palestina Berumur 7 Bulan
-
RIAU06/06/2026 20:30 WIBPolisi Selidiki Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru–Dumai yang Tewaskan Lima Orang
-
RAGAM06/06/2026 12:30 WIBOJK Blokir 33.836 Rekening Terkait Judol
-
NASIONAL06/06/2026 14:00 WIBDari Peneleh Surabaya, Bung Karno Menjadi Tokoh Besar Indonesia
-
NASIONAL06/06/2026 19:00 WIBKursi Wamen Imipas Kosong, Istana: Masih Menunggu Evaluasi
-
NASIONAL06/06/2026 16:00 WIBYusril: Jalur Kilat ITAS dan ITAP untuk WNA Sudah Dihapus
-
POLITIK06/06/2026 13:00 WIBGolkar Desak Evaluasi Total Badan Gizi Nasional Usai Dadan cs Ditahan

















