Berita
Pilkada Serentak, PPP: Jatim Target Menang di 8 Kabupaten/Kota
AKTUALITAS.ID – Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku akan realistis dalam mematok target kemenangan. Selain itu, PPP juga menegaskan akan mengusung calon yang berpaham Islam-Pancasilais. “Kami akan menitipkan kepada calon kepala daerah yang akan kami dukung, yakni Islam yang selaras dengan Ahlussunnah Wal Jamaah, yang itu menurunkan cikal […]

AKTUALITAS.ID – Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku akan realistis dalam mematok target kemenangan. Selain itu, PPP juga menegaskan akan mengusung calon yang berpaham Islam-Pancasilais.
“Kami akan menitipkan kepada calon kepala daerah yang akan kami dukung, yakni Islam yang selaras dengan Ahlussunnah Wal Jamaah, yang itu menurunkan cikal bakal Pancasila,” ujar Ketua Desk Pilkada DPW PPP Jawa Timur, Abdur Rosyid, saat Rapat Pimpinan Cabang Khusus (Rapimcabsus) PPP dengan agenda pemaparan visi-misi bakal calon bupati Jember, yang digelar di Hotel Bintang Mulia, Minggu (12/1/2020).
Sesuai tahapan yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), tanggal pencoblosan akan dilakukan pada 23 September 2020 mendatang. Terdapat 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang menggelar coblosan. Dari jumlah tersebut, PPP Jatim mematok target menang di 8 kabupaten/kota.
Penentuan target ini didasarkan pada besaran kursi yang dimiliki PPP beserta maju-tidaknya inkamben. “Kalau yang daerah lainnya, kita koalisi saja. Yah, berharap semua menang sih. Tapi realistis, kita target di 8 kabupaten/kota itu,” tutur Rosyid.
Delapan daerah yang PPP patok menang adalah Situbondo, Sumenep, Jember, Banyuwangi, Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Kediri, dan Kota Blitar. “Situbondo itu kita punya 9 kursi dari total 45 kursi DPRD kabupaten. Jadi kita bisa mencalonkan sendiri tanpa koalisi dengan partai lain,” jelas Rosyid.
Situbondo menjadi satu-satunya daerah di mana PPP bisa maju sendiri dalam Pilkada tanpa berkoalisi dengan daerah lain. “Kalau Sumenep, kita punya 7 kursi, jadi kurang 3 kursi saja,” papar Rosyid.
Mengacu pada ketentuan dalam pasal 40 UU No 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, calon kepala daerah harus didukung minimal 20 persen jumlah kursi DPRD atau 25 persen akumulasi suara sah. Beberapa daerah di Jawa Timur seperti Sumenep dan Jember memiliki jumlah kursi total 50 kursi. Sehingga syarat minimal antara lain didukung 10 kursi. Beberapa daerah yang jumlah penduduknya lebih sedikit, memiliki kursi DPRD kurang dari 50.
“Jember kita juga target menang. Kita punya 5 kursi, sehingga kurang 5 kursi saja,” papar Rosyid.
Adapun Banyuwangi, PPP punya 4 dari total 50 kursi DPRD, sehingga masih butuh 6 kursi lagi. Bupati Banyuwangi saat ini, Abdullah Azwar Anas, tidak bisa maju lagi karena sudah dua kali menjabat. “Kami harap Banyuwangi juga menang, karena inkamben tidak bisa maju lagi,” tutur Rosyid.
-
RAGAM28/08/2025 16:00 WIB
Sulit di Bacanya, Inilah Nama Orang Terpanjang di Indonesia
-
NASIONAL28/08/2025 22:30 WIB
Demo Aksi Berujung Ricuh, Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob
-
FOTO28/08/2025 12:31 WIB
FOTO: Ribuan Petani Gelar Aksi Tani Merdeka di Bundaran Patung Kuda
-
NUSANTARA28/08/2025 14:30 WIB
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kandis Bersama Masyarakat Sakai Panen 1 Ton Jagung Pipil
-
JABODETABEK28/08/2025 18:30 WIB
Petugas Pengamanan Dilempari Batu Hingga Petasan di DPR/MPR RI
-
JABODETABEK28/08/2025 16:30 WIB
Kapolda: Gas Air Mata Hanya Boleh Atas Perintah Saya
-
NUSANTARA28/08/2025 19:00 WIB
LAMR dan Pemda Apriasi Operasi PETI Polda Riau yang Berhasil Bikin Air Sungai Kuantan Kembali Jernih
-
POLITIK28/08/2025 10:00 WIB
Bawaslu Harap Pilkada Ulang di Bangka dan Pangkalpinang Berjalan Lancar Tanpa Gugatan