Berita
Gubernur DIY Sri Sultan Tegaskan Tak Defisit Pangan
AKTUALITAS.ID – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada beberapa provinsi yang mengalami defisit kebutuhan bahan pokok. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku DIY tidak defisit pangan. “Tidak, tidak (ada defisit pangan di DIY),” kata Sultan saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kecamatan […]
AKTUALITAS.ID – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada beberapa provinsi yang mengalami defisit kebutuhan bahan pokok. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku DIY tidak defisit pangan.
“Tidak, tidak (ada defisit pangan di DIY),” kata Sultan saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (29/4/2020).
Menurutnya, hal itu karena di DIY memiliki Desa-desa yang sudah mampu menghasilkan kebutuhan pokok. Meski Ngarsa Dalem mengaku belum semua Desa berhasil menghasilkan kebutuhan pokok.
“Ya kalau memang kita bikin Desa cukup pangan ada yang swasembada, tapi ada Desa-desa yang belum bisa memenuhi. Tapi kan selama ini kita punya program bersama yang untuk bisa produksi itu (pangan) kan berlebih, jadi tidak masalah,” ujarnya.
Karena itu, Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini memastikan stok pangan di DIY masih tercukupi hingga beberapa bulan ke depan. Karena itu, Sultan meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir.
“Ya kan 3 sampai 6 bulan masih bisa kita…kan dari lembaga TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) kan sudah mengeluarkan (pernyataan) kalau 3 sampai 6 bulan stok (pangan) ada,” ucap Sultan.
Diketahui bersama, Presiden Jokowi masih mengkhawatirkan prediksi dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang potensi adanya krisis pangan di tengah pandemi Corona. Oleh karena itu dia kembali mengingatkan para menterinya untuk menjaga stok bahan pangan.
Kali ini Jokowi menginstruksikan para menterinya untuk melakukan hitungan cepat atas kebutuhan bahan pokok setiap provinsi.
“Agar dihitung mana provinsi yang surplus, mana provinsi yang defisit, berapa produksinya, semuanya harus kita hitung,” tuturnya saat membuka rapat terbatas secara virtual, Selasa (28/4/2020).
Menurut laporan yang diterima Jokowi, sederet komoditas kebutuhan pokok masih terjadi defisit di beberapa provinsi. Seperti stok beras ternyata defisit di 7 provinsi.
Lalu stok jagung terjadi defisit di 11 provinsi, stok cabai besar defisit di 23 provinsi, stok cabai rawit defisit di 19 provinsi.
“Stok bawang merah diperkirakan juga defisit di 1 provinsi dan stok telur ayam defisit di 22 provinsi,” tambahnya.
Selain itu stok untuk gula pasir juga diperkirakan defisit di 30 provinsi. Lalu stok bawang putih juga diperkirakan defisit di 31 provinsi. Hanya stok untuk minyak goreng yang diperkirakan cukup untuk 34 provinsi.
-
POLITIK17/04/2026 16:02 WIBMegawati: Kader Tak Turun ke Rakyat Akan Dievaluasi
-
PAPUA TENGAH17/04/2026 07:30 WIBData Dapodik Tidak Akurat, Program Makan Bergizi di Mimika Terhambat
-
NASIONAL17/04/2026 18:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Pengaturan Lelang di Kemenhub
-
JABODETABEK17/04/2026 16:30 WIBBanjir Rendam Jakarta Selatan dan Timur
-
OASE17/04/2026 05:00 WIBHukum Memakai Celana Dalam Ihram
-
PAPUA TENGAH17/04/2026 06:00 WIBPerkuat Sinergi, Pemkab Mimika dan Keuskupan Timika Susun Peta Jalan Pendidikan Papua Tengah
-
NUSANTARA17/04/2026 06:30 WIBHelikopter Jatuh Ditemukan di Hutan Sekadau Kalbar
-
NUSANTARA17/04/2026 18:30 WIBTragis! Mayat Pria Ditemukan Penuh Luka Bacok di Kontrakan