Berita
Reshuffle Kabinet Jokowi, Pengamat: Ada Tiga Bidang Membuat Publik Tak Puas
AKTUALITAS.ID – Masyarakat 67,4 persen merasa puas dengan pemerintahan Presiden Jokowi-Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hal itu berdasarkan hasil survei lembaga arus survei Indonesia (ASI). Namun, 75,6 persen menginginkan adanya pergantian menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Pengamat Politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, mengatakan Jokowi harus jadikan perhatian aspirasi masyarakat yang ingin adanya pergantian atau […]
AKTUALITAS.ID – Masyarakat 67,4 persen merasa puas dengan pemerintahan Presiden Jokowi-Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hal itu berdasarkan hasil survei lembaga arus survei Indonesia (ASI).
Namun, 75,6 persen menginginkan adanya pergantian menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Pengamat Politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, mengatakan Jokowi harus jadikan perhatian aspirasi masyarakat yang ingin adanya pergantian atau reshuffle menteri. Memang, ia setuju ada tiga kategori yang membuat publik tidak puas yakni ekonomi, politik dan hukum.
“Hal ini bisa jadi representasi kegelisahan publik, karena belakangan ada banyak masalah yang terkait dengan ketiga bidang itu,” kata Umam kepada wartawan pada Sabtu, (20/6/2020).
Ia mencontohkan soal proyeksi ekonomi terbaru yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakni proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II berpotensi menyentuh minus 3,8 persen. Menurut dia, tren memburuknya ekonomi bisa terjadi karena capaian kuartal 2 akan berefek pada kuartal 3 dan 4. Jika itu terjadi, negara terancam resesi.
“Kalau terjadi resesi, inflasi bisa tidak terkendali, harga bahan pokok melangit dan akhirnya kepuasan publik terhadap pemerintah akan jeblok. Untuk itu, pemerintah perlu reshuffle kabinet, utamanya di bidang ekonomi, kesehatan dan penegakan hukum,” ujarnya.
Kemudian, Umam menilai kementerian yang terkait dengan potensi ancaman inflasi itu antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan hingga Kementerian Koordinator Perekonomian. Makanya, Jokowi harus perkuat tim ekonominya.
“Ekonomi negara makin rapuh, presiden harus perkuat tim ekonominya. Kinerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto belakangan juga disorot KPK karena terkait program kartu pra-kerja,” ujarnya.
Selain itu, Umam mengatakan soal hukum juga masih menjadi sorotan publik. Misalnya, kasus dugaan suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan di mana tersangkanya masih buron yaitu Harun Masiku sebagai politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Di samping itu, Umam mengamati hubungan Jokowi dengan Nahdlatul Ulama yang tampak renggan sejak diumumkannya nama menteri kabinet pada Oktober 2019. Maka, perlu jadi pertimbangan juga oleh Jokowi.
“Banyak kelompok di internal NU yang kecewa karena tidak terakomodasi dalam kekuasaan,” kata dia.
Apalagi, kata dia, keberadaan Maruf sebagai Wakil Presiden juga tidak begitu diberdayakan secara optimal oleh pemerintah. Sehingga, sikap kritis NU belakangan ini harus benar-benar diantisipasi oleh Jokowi.
“Jika kekecewaan di internal NU tidak terwadahi, pemerintahan Jokowi bisa kehilangan dukungan dan berhadapan dengan sejumlah faksi di internal NU yang selama ini sangat solid mendukungnya,” katanya.
Survei itu sendiri dilaksanakan pada 9 hingga 12 Juni 2020. Jumlah responden sebanyak 1.000 responden di 34 provinsi di Indonesia.
Metode yang digunakan adalah wawancara melalui telepon. Sedangkan margin of error survei ini +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
-
NUSANTARA20/03/2026 13:30 WIBPuncak Arus Mudik di Jalur Nagreg Sudah Terlewati
-
RAGAM20/03/2026 14:00 WIBWijaya 80 dan Sal Priadi Rilis Single “Bulan Bintang-Garis Menyilang”
-
OASE20/03/2026 05:00 WIBAlasan Mengapa Rukyatul Hilal Bersifat Lokal, Bukan Global
-
OLAHRAGA20/03/2026 06:00 WIBRachel/Febi Lolos ke Perempat Final Orleans Masters
-
NUSANTARA20/03/2026 15:30 WIBLedakan Petasan Mengakibatkan Satu Orang Tewas di Semarang
-
EKBIS20/03/2026 08:00 WIBHarga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Turun
-
JABODETABEK20/03/2026 09:00 WIB50.636 Penumpang Kereta Tinggalkan Jakarta pada H-1 Lebaran 2026
-
NASIONAL20/03/2026 14:30 WIBKPK Fasilitasi 67 Tahanan untuk Salat Idul Fitri

















