DUNIA
Menhan AS: Perang Butuh Uang untuk Lawan “Orang Jahat”
AKTUALITAS.ID – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengajukan tambahan anggaran sebesar US$200 miliar atau sekitar Rp3.300 triliun untuk mendukung operasi militer melawan Iran.
Permintaan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel.
“Mengenai angka US$200 miliar, itu bisa berubah. Tentu saja butuh uang untuk menghadapi ancaman,” ujar Hegseth, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Proposal tambahan anggaran ini diajukan oleh Pentagon kepada Gedung Putih di luar anggaran ekstra yang sebelumnya telah disetujui melalui kebijakan fiskal pemerintahan Donald Trump.
Nominal yang diusulkan tergolong sangat besar dan langsung menjadi sorotan publik serta anggota parlemen di Amerika Serikat.
Perang antara AS dan Iran dilaporkan telah berlangsung hampir empat pekan sejak pecah pada 28 Februari 2026. Namun hingga kini, Kongres Amerika Serikat belum secara resmi mengesahkan operasi militer tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan anggota Kongres terkait perluasan konflik dan strategi yang digunakan pemerintah.
Meskipun Partai Republik mendominasi Kongres, tidak semua anggota sepakat dengan penambahan anggaran militer. Sejumlah legislator konservatif mendorong kebijakan fiskal ketat dan menolak pemborosan anggaran untuk perang.
Di sisi lain, Partai Demokrat juga menunjukkan sikap serupa dengan alasan berbeda, yakni lebih memprioritaskan anggaran untuk sektor kesehatan dan pendidikan.
Ketua DPR AS, Mike Johnson, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah.
“Saya mendukung apa yang diperlukan untuk memastikan rakyat Amerika tetap aman,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Gedung Putih telah secara resmi mengajukan proposal tersebut ke Kongres untuk dibahas lebih lanjut.
Jika disetujui, tambahan anggaran ini akan menjadi salah satu pengeluaran militer terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi memengaruhi arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat ke depan. (Mun)
-
POLITIK29/06/2026 17:00 WIBSafari Politik Jokowi dan PSI Berpotensi Timbulkan Kegaduhan
-
POLITIK29/06/2026 11:00 WIBPartai Buruh Oleng Dihantam Badai Pengunduran Diri 1,3 Juta Kader
-
NASIONAL29/06/2026 16:37 WIBKPK Lakukan OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau
-
POLITIK29/06/2026 09:00 WIB64 Guru Besar Desak Hentikan Intimidasi Mahasiswa
-
JABODETABEK29/06/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 29 Juni
-
EKBIS29/06/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik Lagi
-
NASIONAL29/06/2026 16:30 WIBGus Yaqut Masih Dirawat di RS Polri, KPK Siapkan Tahap II Kasus Korupsi Kuota Haji
-
POLITIK29/06/2026 19:30 WIBSafari Politik di Basis Gerindra dan Riltual Injak Logo Mirip PDIP, Pengamat: Jokowi Bermain Api

















