Berita
Soal Kemarahan Jokowi, PPP: Ada Persoalan Serius di Kabinet
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoroti kinerja pengendalian pandemi COVID-19 oleh kementerian hingga lembaga. Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi menilai seharusnya kementerian-lebih berkoordinasi lebih solid. “Pernyataan presiden yang kembali marah terhadap kinerja menterinya setelah sebelumnya pada 18 Juni 2020 lalu membuka rekaman kemarahan Presiden kepada para menteri menunjukkan persoalan serius di tubuh […]
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoroti kinerja pengendalian pandemi COVID-19 oleh kementerian hingga lembaga. Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi menilai seharusnya kementerian-lebih berkoordinasi lebih solid.
“Pernyataan presiden yang kembali marah terhadap kinerja menterinya setelah sebelumnya pada 18 Juni 2020 lalu membuka rekaman kemarahan Presiden kepada para menteri menunjukkan persoalan serius di tubuh kabinet,” kata Arwani kepada wartawan, Senin (3/8/2020).
Dia mengatakan semenjak dibentuknya Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional seharusnya pemerintah sudah tancap gas menangani permasalahan pandemi di Tanah Air. Namun, menurut dia, tim khusus yang dibentuk justru tak berjalan efektif.
“Hampir setengah bulan kerja komite ini semestinya tancap gas untuk menerjemahkan Perpres 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi. Semestinya koordinasi antar Kementerian/Lembaga jauh lebih solid dengan keberadaan komite ini,” ujar Arwani.
Arwani menilai para pembantu Presiden itu tak bisa menerjemahkan kebijakan yang bercirikan senses of crisis di lapangan. “Ini persoalan serius karena bagaimana mungkin para pembantu presiden tidak memahami instruksi presiden yang clear dan terang tersebut,” katanya.
Seperti diketahui, Jokowi menilai kementerian hingga lembaga masih terjebak pekerjaan harian sehingga tidak tahu prioritas. Jokowi mengatakan kementerian dan lembaga di Indonesia belum bisa menentukan prioritas dalam penanganan COVID-19. Karena itu, dia meminta agar pekerjaan kementerian dan lembaga didetailkan.
“Kementerian-kementerian, lembaga-lembaga ini aura krisisnya belum betul-betul belum… ya belum, masih sekali lagi kejebak pada pekerjaan harian,” kata Jokowi saat membuka ‘Rapat Terbatas Penanganan covid19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’ yang disiarkan Sekretariat Presiden, Senin (3/8).
-
NASIONAL30/01/2026 23:00 WIBVonis Berbeda untuk 25 Terdakwa Kasus Demo Agustus
-
JABODETABEK31/01/2026 07:30 WIBDaftar 29 RT yang Masih Terendam di Jakarta per 31 Januari 2026
-
JABODETABEK31/01/2026 05:30 WIBBMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Sabtu 31 Januari
-
DUNIA31/01/2026 08:00 WIBAncam Gempur Habis-habisan, Trump Beri 2 Ultimatum Keras ke Iran
-
POLITIK31/01/2026 14:47 WIBPartai Gema Bangsa: Ambang Batas Tinggi Hilangkan Keterwakilan Suara Pemilih
-
NUSANTARA30/01/2026 22:00 WIBGara-gara Tanya Gaji, 4 TKA China di Kolaka Keroyok Pekerja Lokal hingga Luka-Luka
-
NUSANTARA31/01/2026 06:30 WIBPolres Boyolali Tangkap Perampok Sadis yang Tewaskan Bocah 6 Tahun dalam Kurang dari 24 Jam
-
POLITIK31/01/2026 07:00 WIBJokowi: Prabowo-Gibran Akan Terus Mendukung Dua Periode

















