Berita
Dilaporkan Soal Upaya Pembunuhan, Hakim AS Panggil Putra Mahkota Saudi
Pengadilan Distrik Columbia, Amerika Serikat, menerbitkan surat panggilan kepada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, untuk diperiksa dalam sidang terkait laporan upaya pembunuhan terhadap mantan pejabat badan intelijen Saudi, Saad Al-Jabri, yang saat ini bersembunyi di Kanada. Seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (12/8), pengadilan juga memanggil 13 pejabat Saudi lainnya dalam […]
Pengadilan Distrik Columbia, Amerika Serikat, menerbitkan surat panggilan kepada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, untuk diperiksa dalam sidang terkait laporan upaya pembunuhan terhadap mantan pejabat badan intelijen Saudi, Saad Al-Jabri, yang saat ini bersembunyi di Kanada.
Seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (12/8), pengadilan juga memanggil 13 pejabat Saudi lainnya dalam surat itu, termasuk Wakil Badan Intelijen Arab Saudi, Ahmad Al-Asiri, dan mantan penasihat kerajaan Arab Saudi, Saud Al-Qahtani. Keduanya dilaporkan terlibat dalam dugaan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.
Menurut laporan yang didaftarkan Al-Jabri di pengadilan Washington, Bin Salman mengirim tim pembunuh yang dijuluki “Pasukan Harimau” ke Kanada untuk menghabisinya. Mereka adalah tim yang turut membunuh Khashoggi di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.
Al-Jabri mengatakan, tim pembunuh itu datang ke Kanada menggunakan visa wisata dan satu orang menggunakan visa diplomatik, dua pekan setelah pembunuhan Khashoggi. Namun, mereka ditolak masuk dan dideportasi.
Saat ini Al-Jabri dilaporkan bermukim di lokasi rahasia di Toronto, dengan pengawalan aparat keamanan setempat.
Menurut sumber mantan petinggi badan intelijen AS, mereka sudah mengendus rencana itu karena Pangeran Salman merasa Al-Jabri membahayakan kekuasaan sang ayah.
Dalam berkas itu, Al-Jabri menyatakan sembilan bulan sebelum tim pembunuh itu tiba di Kanada, Badan Penyelidik Federal AS (FBI) sudah memperingatkan anak lelakinya, Khalid. Saat itu agen FBI menjemput Khalid di bandara Logan, Boston, Massachusetts. Dia lantas diberitahu bahwa nyawanya dan keluarganya dalam bahaya karena bin Salman memburu mereka dan diminta berhati-hati
Al-Jabri merupakan tangan kanan Pangeran Muhammad bin Nayef. Keduanya menjalin hubungan erat dengan intelijen AS dan dilaporkan bahu-membahu memerangi terorisme setelah peristiwa serangan ke gedung World Trade Center di New York pada 11 September 2001.
Mereka disebut aktif bertukar informasi tentang jaringan organisasi teroris Al-Qaidah, dan menggagalkan serangkaian upaya serangan teror.
Akan tetapi, bin Nayef yang saat itu digadang menjadi pengganti Raja Salman didepak dari jalur suksesi oleh Bin Salman pada 2017. Dia juga ditetapkan sebagai tahanan rumah.
Al-Jabri yang merasa dalam bahaya kabur ke Turki pada pertengahan 2017. Namun, dia lantas pergi ke Kanada. Dia terpaksa meninggalkan dua anaknya di Saudi, Sarah dan Umar.
Saad Al-Jabri dilaporkan memegang banyak rahasia di lingkup kerajaan, termasuk rahasia Bin Salman, dan dinilai membahayakan jika dibiarkan.
Perebutan kekuasaan di tubuh keluarga kerajaan Arab Saudi terjadi antara Pangeran bin Salman dan sejumlah saudara ayahnya. Bahkan, bin Salman sempat memenjarakan sejumlah anggota kerajaan di hotel dengan tuduhan korupsi, sampai mereka berjanji akan setia terhadapnya.
Selain itu, Pangeran Bin Salman juga bersikap agresif dalam membungkam pihak-pihak yang mengkritik kerajaan, salah satunya mendiang Jamal Khashoggi.
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
EKBIS28/01/2026 09:30 WIBIHSG Jatuh 6,8% Setelah MSCI Bekukan Kenaikan Bobot Saham Indonesia
-
OTOTEK28/01/2026 10:57 WIBBengkel AC Mobil Tangerang Jadi Rujukan Service AC Mobil Innova di Tangerang, Ahli Tangani Sistem Double Blower
-
EKBIS28/01/2026 08:30 WIBHarga Pertamax Turun Hari Ini 28 Januari 2026 Ini Daftar Lengkapnya
-
JABODETABEK27/01/2026 23:30 WIB
Akibat Arus Listrik Kapal Nelayan Terbakar
-
NUSANTARA27/01/2026 22:00 WIBMortir yang Ditemukan Warga di Garut Dievakuasi Tim Jibom
-
NASIONAL27/01/2026 22:30 WIBKNPI: Polri di bawah Presiden Merupakan Politik Hukum yang Strategis
-
OLAHRAGA28/01/2026 00:04 WIBPesta Gol, Timnas Futsal Indonesia Libas Timnas Korea Selatan

















