Berita
BPOM Pastikan Izin EUA Sinovac Terbit Sebelum Jadwal Vaksinasi
AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 produksi perusahaan China, Sinovac akan keluar sebelum jadwal vaksinasi berlangsung. Kementerian Kesehatan sebelumnya menargetkan vaksinasi tahap awal untuk 1,3 juta tenaga kesehatan dilakukan pada pekan kedua hingga ketiga Januari 2021. “Diharapkan sebelum jadwal vaksinasi dilakukan, EUA […]
AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 produksi perusahaan China, Sinovac akan keluar sebelum jadwal vaksinasi berlangsung.
Kementerian Kesehatan sebelumnya menargetkan vaksinasi tahap awal untuk 1,3 juta tenaga kesehatan dilakukan pada pekan kedua hingga ketiga Januari 2021.
“Diharapkan sebelum jadwal vaksinasi dilakukan, EUA dapat diterbitkan,” kata Juru Bicara Vaksinasi dari BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/1/2020).
Lucia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan uji klinis interim tiga bulan dari Tim Riset Uji Klinis Vaksin Virus Corona dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).
Laporan tiga bulan rencananya bakal diserahkan 8 Januari. Laporan tersebut merupakan hasil penelitian yang berisi data keamanan subjek uji klinis yang diamati setelah dua kali penyuntikan; data imunogenisitas atau kemampuan vaksin membentuk antibodi; dan data efikasi vaksin atau kemampuan vaksin melindungi orang yang terpapar virus menjadi tidak sakit.
“Saat ini BPOM masih menunggu hasil uji klinis analis di Bandung untuk konfirmasi khasiat atau efikasi vaksin. Data dibutuhkan untuk kepentingan penerbitan EUA. Tentu data uji klinis di negara lain seperti Brazil dan Turki juga menjadi dasar pemberian EUA,” ujarnya.
Lucia menyebut distribusi vaksin telah dilakukan meski EUA belum keluar. Pemerintah ingin mengantisipasi keterlambatan kedatangan vaksin Covid-19 di masing-masing daerah.
Saat ini, terdapat 3 juta vaksin Covid-19 Sinovac yang didatangkan dalam dua tahap, pertama pada 6 Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dan 31 Desember 2020 sebanyak 1,8 juta dosis.
Pemerintah juga telah mendistribusikan vaksin tersebut sejak 3 Januari lalu, yakni sebanyak 401.240 dosis ke 14 provinsi dan 4 Januari 2021 sebanyak 313.000 dosis ke 18 provinsi.
-
DUNIA01/02/2026 15:00 WIBIndonesia Sumbang Rp17 T untuk Rekonstruksi Gaza, Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan 32 Orang
-
NUSANTARA01/02/2026 15:30 WIBPantai Ujung Batu Padang Berduka, 3 Bocah Tewas Terseret Ombak
-
NUSANTARA01/02/2026 14:30 WIBBikin 46 Warga Tumbang, PT Vopak Sebut Asap Kuning Berasal dari Uap Pembersihan
-
DUNIA01/02/2026 19:00 WIBIran Usir Sejumlah Atase Militer Eropa
-
EKBIS01/02/2026 16:00 WIBPraktik “Goreng Saham” Harus Ditindak Tegas
-
OLAHRAGA01/02/2026 16:30 WIBTiwi/Fadia Juarai Thailand Masters 2026
-
POLITIK01/02/2026 17:00 WIBSistem Kepartaian Harus Selaras Dengan Sistem Presidensial
-
EKBIS01/02/2026 20:00 WIBAstraZeneca Tegaskan Kembali Kepercayaan pada China

















