Berita
Lawan Junta, Warga Myanmar Diminta Setop Bayar Listrik
Sekelompok aktivis Myanmar mendesak warga agar berhenti membayar pajak dan segala tagihan, termasuk tagihan listrik serta sekolah, sebagai bentuk perlawanan terhadap junta militer. Selain demonstrasi, aktivis pro-demokrasi mengajak masyarakat untuk semakin rajin membangkang dengan menolak membayar tagihan listrik hingga pinjaman pertanian. Mereka juga meminta supaya semua anak-anak diminta berhenti sekolah untuk sementara. “Kami semua, orang-orang […]
Sekelompok aktivis Myanmar mendesak warga agar berhenti membayar pajak dan segala tagihan, termasuk tagihan listrik serta sekolah, sebagai bentuk perlawanan terhadap junta militer.
Selain demonstrasi, aktivis pro-demokrasi mengajak masyarakat untuk semakin rajin membangkang dengan menolak membayar tagihan listrik hingga pinjaman pertanian. Mereka juga meminta supaya semua anak-anak diminta berhenti sekolah untuk sementara.
“Kami semua, orang-orang di kota-kota, kelurahan dan kemudian daerah dan negara bagian harus bekerja sama untuk membuat boikot yang berhasil terhadap junta militer,” kata aktivis Khant Wai Phyo dalam pidatonya di sebuah protes di pusat kota Monywa pada Minggu (25/4).
“Kami tidak berpartisipasi dalam sistem mereka, kami tidak bekerja sama dengan mereka (junta militer),” paparnya menambahkan.
Belum ada tanda-tanda situasi mereda di Myanmar hampir tiga bulan kudeta berlangsung.
Korban tewas terus berjatuhan bahkan sehari setelah junta militer mengklaim akan mengakhiri kekerasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta pada Sabtu (24/4) pekan lalu.
Dikutip Reuters, hingga kini, menurut catatan Lembaga Perhimpunan Bantuan Hukum untuk Tahanan Politik Myanmar (AAPP), jumlah korban tewas dalam bentrokan antara rakyat dan aparat keamanan mencapai 751 orang.
Sementara yang ditahan sejak kudeta pada 1 Februari lalu mencapai 4.437 orang.
Sebelum pelaksanaan KTT ASEAN yang digelar di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, jumlah korban meninggal dalam krisis politik di Myanmar mencapai 748 orang.
Beberapa aksi unjuk rasa juga terus terjadi di kota-kota besar Myanmar pada Minggu (25/4) kemarin.
Ratusan pengunjuk rasa juga turun ke jalan di beberapa kota pada Senin meski belum ada laporan terkait kerusuhan terjadi.
Para aktivis pro demokrasi mengkritik junta militer dan para pemimpin negara Asia Tenggara lantaran menghasilkan lima poin konsensus tetapi tidak memberikan batasan waktu yang jelas.
Sejumlah pihak bahkan menganggap KTT ASEAN di Jakarta itu tak menghasilkan jalan keluar konkret yang dapat membantu menghentikan kekerasan di Myanmar.
-
POLITIK16/02/2026 06:00 WIBPDIP Tegaskan Koalisi Permanen Harus dengan Rakyat
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 16:46 WIBPria Paruh Baya di Mimika Ditemukan Gantung Diri
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 15:16 WIBTiga Unsur Ini Punya Peran Penting untuk Penyelesaian Tapal Batas Kapiraya
-
POLITIK16/02/2026 10:00 WIBRatusan Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Wamen Dalam Negeri Desak Evaluasi Pilkada
-
NASIONAL16/02/2026 18:30 WIBBareskrim: AKBP Didik Miliki Narkoba untuk Konsumsi
-
OLAHRAGA16/02/2026 20:30 WIBBayern Muenchen Masih Perkasa di Puncak Klasemen
-
NUSANTARA16/02/2026 08:30 WIBPilu! Balita di Karawang Tewas dalam Pelukan Ibu Usai Sedan Tertimpa Kontainer
-
EKBIS16/02/2026 09:30 WIBBEI Libur Imlek, Pasar Saham Tutup 16-17 Februari 2026

















