EKBIS
BEI Libur Imlek, Pasar Saham Tutup 16-17 Februari 2026
AKTUALITAS.ID – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili membuat aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) libur selama dua hari pada 16–17 Februari 2026. Dengan adanya libur Imlek dan akhir pekan, jumlah hari bursa aktif sepanjang Februari 2026 tercatat hanya 18 hari.
Mengutip laman resmi BEI, Senin (16/2/2026), bursa tidak beroperasi pada Senin, 16 Februari 2026, untuk memperingati cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Rabu, 18 Februari 2026.
Menjelang libur panjang, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak terbatas. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut IHSG berpotensi menguat dengan kisaran level support di 8.132 dan resistance di 8.265.
“Untuk sentimen, kami perkirakan investor akan menanti pengumuman BI rate pada Kamis, serta masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas,” ujarnya.
Pada pekan sebelumnya, IHSG berhasil mencatatkan penguatan 3,49 persen ke posisi 8.212,27, setelah sempat terkoreksi 4,7 persen ke level 7.935,26. Kinerja tersebut turut mendorong kapitalisasi pasar BEI naik 3,83 persen menjadi Rp14.889 triliun, dari Rp14.341 triliun pada pekan sebelumnya.
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat tipis 0,37 persen menjadi 2,74 juta kali transaksi. Namun, rata-rata nilai transaksi harian justru turun 6,27 persen menjadi Rp23,2 triliun dari sebelumnya Rp24,75 triliun.
Sementara itu, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp5,47 triliun, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp1,13 triliun. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati di tengah sentimen global dan domestik.
Dengan jadwal libur Imlek 2026, pelaku pasar diharapkan mencermati sentimen suku bunga Bank Indonesia serta pergerakan harga komoditas yang berpotensi memengaruhi arah IHSG dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
RIAU04/07/2026 18:30 WIBBengkalis Tampil Konsisten, Raih Peringkat Kedua MTQ Riau ke-44 di Kuansing
-
POLITIK04/07/2026 20:30 WIBRUU Pemilu, DPR akan Temui Ormas dan Partai Non-Parlemen
-
NUSANTARA04/07/2026 22:00 WIBAkses Warga Kembali Normal Usai BNPB Bangun Jembatan Darurat di Temanggung
-
OTOTEK04/07/2026 16:30 WIBGunakan Drone untuk Bertani, Produktivitas Pertanian Merauke Meningkat
-
NASIONAL04/07/2026 19:30 WIBViral Klaim Ongkos Berobat, BPJS Kesehatan Tegaskan Hoaks
-
JABODETABEK04/07/2026 16:00 WIBMensos: Sekolah Rakyat Baru di Jakarta Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa
-
NASIONAL04/07/2026 20:00 WIBWartawan Senior PWI Pusat Diapari Sibatangkayu Tutup Usia

















