Connect with us

EKBIS

IHSG Dibuka Merah 5801

Aktualitas.id -

Ilustrasi IHSG, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/6/2026) diawali dengan tekanan jual yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 19,34 poin atau 0,33 persen ke level 5.801,45, sebelum tekanan semakin dalam pada menit-menit awal perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat bergerak di kisaran 5.795,11–5.811,67 saat pembukaan. Namun, tekanan jual terus meningkat sehingga pada pukul 09.03 WIB indeks terkoreksi sekitar 0,86 persen ke level 5.767,61. Empat menit kemudian, pada 09.07 WIB, IHSG kembali melemah hingga sekitar 1,41 persen ke posisi 5.735,99.

Tekanan tidak hanya terjadi pada indeks utama. Indeks LQ45, yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan paling likuid, juga turun 4,02 poin atau 0,70 persen ke level 568,99. Pada awal sesi bahkan koreksinya sempat mencapai sekitar 1,40 persen, mencerminkan tekanan yang juga melanda saham-saham unggulan.

BACA JUGA  IHSG Tembus Level 8.400, Naik 0,58% di Hari Pahlawan

Mayoritas indeks acuan BEI ikut bergerak di zona merah. IDX30 melemah sekitar 0,79 persen, KOMPAS100 turun 0,59 persen, ISSI terkoreksi 0,18 persen, sementara Jakarta Islamic Index (JII) turun sekitar 0,48 persen.

Tekanan pasar juga tercermin dari komposisi pergerakan saham. Pada awal perdagangan, 388 saham melemah, hanya 130 saham menguat, sedangkan 135 saham bergerak stagnan. Pada pembaruan berikutnya, jumlah saham yang turun bahkan mencapai lebih dari 300 emiten, menunjukkan dominasi aksi jual di hampir seluruh sektor.

Seluruh sektor perdagangan tercatat berada di zona negatif. Sektor bahan baku (basic materials) mengalami penurunan paling dalam sekitar 2,79 persen, disusul sektor infrastruktur yang melemah 2,31 persen, sektor industri sekitar 2,14 persen, serta sektor energi sekitar 2,06 persen.

BACA JUGA  Usai Libur Akhir Pekan, IHSG Dibuka Menguat 42 Poin ke Level 6.082

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi. Pada awal sesi, volume transaksi tercatat mencapai miliaran saham dengan nilai transaksi menembus lebih dari Rp1 triliun, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp10.093 triliun.

Di tengah pelemahan bursa domestik, pergerakan pasar saham Asia justru menunjukkan arah berbeda. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat lebih dari 1,4 persen, Topix naik sekitar 0,9 persen, dan Kospi Korea Selatan bertambah sekitar 1,2 persen. Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia bergerak relatif datar, sedangkan Kosdaq terkoreksi tipis.

Perbedaan arah pergerakan tersebut menempatkan pasar saham Indonesia berada di bawah tekanan lebih besar dibandingkan sebagian bursa utama di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini. Pelaku pasar kini mencermati berbagai sentimen domestik maupun global yang berpotensi memengaruhi arah IHSG sepanjang sesi perdagangan. (Firman/Mun)

TRENDING