EKBIS
Sempat Tersungkur, IHSG Tancap Gas ke 5.950
AKTUALITAS.ID – Bursa saham Indonesia menunjukkan perlawanan sengit pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Setelah dibuka melemah 10,81 poin ke level 5.873,07, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berbalik arah secara dramatis dan melesat ke zona hijau.
Sempat menyentuh titik terendah di level 5.864 pada awal perdagangan, tekanan jual ternyata tidak mampu menjatuhkan pasar lebih dalam. Dalam waktu singkat, aksi beli investor membanjiri lantai bursa hingga mendorong IHSG melonjak menembus level psikologis 5.950.
Data perdagangan menunjukkan hingga pukul 09.25 WIB, IHSG sudah berada di posisi 5.950 atau menguat lebih dari 1 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Bahkan indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di kisaran 5.955.
Kebangkitan ini sekaligus menjadi tamparan bagi prediksi pesimistis yang memperkirakan IHSG akan kembali menguji level kritis 5.750. Alih-alih terpuruk, pasar justru menunjukkan daya tahan yang mengejutkan.
Gelombang penguatan terlihat hampir merata. Lebih dari 400 saham bergerak di zona hijau, sementara saham yang melemah jauh lebih sedikit. Aktivitas transaksi pun melonjak dengan nilai perdagangan menembus Rp2 triliun hanya dalam waktu kurang dari satu jam perdagangan.
Pelaku pasar diyakini masih merespons positif keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market. Keputusan tersebut dianggap sebagai sinyal penting bahwa pasar Indonesia masih memiliki daya tarik di mata investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Sektor transportasi menjadi motor utama penguatan dengan lonjakan lebih dari 2 persen. Disusul sektor properti dan keuangan yang turut menopang laju indeks. Kenaikan sektor-sektor tersebut memperlihatkan bahwa investor mulai kembali memburu saham-saham yang sebelumnya terdiskon akibat tekanan pasar.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga kembali menggelembung hingga menembus Rp10.400 triliun, menunjukkan derasnya aliran dana yang masuk ke pasar saham pada sesi awal perdagangan.
Meski demikian, pelaku pasar masih mewaspadai potensi volatilitas sepanjang hari. Sentimen global, pergerakan dana asing, hingga perkembangan ekonomi domestik akan menjadi penentu apakah reli pagi ini mampu berlanjut hingga penutupan perdagangan.
Satu hal yang pasti, perdagangan pagi ini memperlihatkan bahwa IHSG belum menyerah. Setelah dibuka di zona merah dan dihantui prediksi penurunan, pasar justru memberikan kejutan besar dengan membalikkan keadaan secara agresif dan menghidupkan kembali optimisme investor. (Firman/Mun)
-
RAGAM24/06/2026 17:13 WIBDi Tengah Padatnya Aktivitas, Mashudi Benarto dan Elvi Cahyani Rayakan Dua Tahun Cinta dengan Makan Malam Romantis
-
NASIONAL24/06/2026 17:48 WIBKPK Telusuri Setoran PT Blueray Cargo ke BPOM dan Kemendag
-
POLITIK24/06/2026 20:00 WIBDPD: Politik Uang dan Hoaks Kian Menggerus Kualitas Demokrasi Indonesia
-
POLITIK24/06/2026 14:00 WIBGerindra Bantah Keras Isu Instruksi Budi Djiwandono Awasi Gibran
-
NUSANTARA24/06/2026 14:30 WIBIbu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Disiksa hingga Tewas di Malaysia
-
NUSANTARA24/06/2026 22:00 WIBHerman Deru Sambut Investor China, Proyek PLTA OKU Selatan Ditargetkan Perkuat Ketahanan Listrik Sumsel
-
OTOTEK24/06/2026 19:05 WIBMeta Kembangkan Arena, Aplikasi Pasar Prediksi Mirip Polymarket
-
NUSANTARA24/06/2026 15:30 WIBSadis! Monster Bandung Paksa Tato Tangan dan Dada Korban Penyekapan

















