Connect with us

EKBIS

IHSG Sempat Bangkit, Lalu Balik Melemah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (19/6/2026) langsung menyita perhatian pelaku pasar. Dibuka melemah 10,88 poin atau 0,18 persen ke level 6.161,46, IHSG sempat bangkit ke zona hijau sebelum akhirnya kembali tertekan.

Dalam beberapa menit pertama perdagangan, IHSG bergerak sangat fluktuatif. Pada pukul 09.02 WIB, indeks bahkan sempat melonjak ke level 6.201,19, sebelum menyentuh 6.209,96. Namun, tekanan jual kembali muncul hingga sekitar pukul 09.20 WIB, membuat IHSG turun 20,266 poin ke level 6.152,073.

Pergerakan yang berubah cepat ini mencerminkan tingginya ketidakpastian di pasar. Meski demikian, mayoritas sektor masih menunjukkan penguatan, terutama energi, barang konsumsi primer, barang konsumsi nonprimer, barang baku, keuangan, dan transportasi, yang sempat menjadi penopang indeks.

Hingga perdagangan pagi, nilai transaksi telah mencapai sekitar Rp3,047 triliun dengan lebih dari 5 miliar saham berpindah tangan. Sebanyak 285 saham menguat, 247 saham melemah, sementara 172 saham bergerak stagnan.

Di sisi lain, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut melemah 2,37 poin atau 0,38 persen ke level 614,55, menandakan tekanan tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua, tetapi juga pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Salah satu sentimen yang membebani pasar datang dari MSCI yang menurunkan penilaian Information Flow Indonesia dari “+” menjadi “-“. Penurunan tersebut dipicu oleh sorotan terhadap transparansi struktur kepemilikan saham, kualitas free float, serta indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu mekanisme pembentukan harga yang wajar.

Menurut pelaku pasar, penilaian tersebut menjadi sinyal bahwa isu tata kelola dan transparansi pasar modal Indonesia masih menjadi perhatian investor global. Kondisi itu membuat pergerakan IHSG diperkirakan akan tetap volatil sepanjang sesi perdagangan.

Secara teknikal, analis menyebut level 6.055 menjadi area support penting yang perlu dicermati investor. Jika tekanan jual terus berlanjut, pergerakan IHSG berpotensi semakin sensitif terhadap sentimen global maupun aksi ambil untung menjelang akhir pekan.

Pelaku pasar kini menunggu apakah penguatan sektor energi dan saham-saham unggulan mampu menahan tekanan, atau justru sentimen negatif dari penilaian MSCI akan kembali mendominasi perdagangan hingga penutupan bursa. (Firman/Mun)

TRENDING