EKBIS
Harga Minyak Dunia Jeblok ke Titik Terendah
AKTUALITAS.ID – Harga minyak dunia terus mengalami tekanan hebat. Setelah sempat melambung akibat konflik Iran dan ancaman penutupan Selat Hormuz, kini pasar energi global justru berbalik arah secara dramatis.
Pada perdagangan Kamis (25/6/2026), harga minyak dunia kembali merosot untuk sesi keempat berturut-turut dan mencapai level terendah sejak sebelum pecahnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), terperosok ke kisaran US$70 per barel. Bahkan sempat menyentuh level US$69,63 per barel, menandai pertama kalinya harga berada di bawah US$70 sejak awal Maret 2026.
Sementara itu, minyak Brent yang menjadi acuan global juga tergelincir ke sekitar US$73 per barel. Angka tersebut jauh dari puncak kepanikan pasar beberapa bulan lalu ketika harga sempat menembus US$120 per barel akibat kekhawatiran pecahnya krisis energi global.
Pasar kini menilai ancaman gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah semakin mengecil. Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran utama kembali ramai dilintasi kapal tanker setelah situasi keamanan berangsur stabil.
Kembalinya lalu lintas energi melalui jalur vital yang mengalirkan hampir seperlima konsumsi minyak dunia itu membuat pasar kehilangan alasan untuk mempertahankan premi risiko perang yang selama ini mendongkrak harga.
Perubahan sentimen terjadi sangat cepat. Hanya dalam hitungan pekan, pasar yang sebelumnya dihantui ancaman krisis pasokan kini justru dibanjiri optimisme bahwa pasokan minyak global akan kembali normal.
Harapan semakin menguat setelah muncul sinyal kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Investor mulai berspekulasi ekspor minyak Iran berpotensi kembali meningkat apabila ketegangan terus mereda dan pelonggaran sanksi berlanjut.
Kondisi ini menciptakan kombinasi yang sangat tidak disukai pelaku industri minyak: pasokan meningkat ketika prospek permintaan global justru belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Akibatnya, aksi jual membanjiri pasar energi. Harga minyak fisik dari kawasan Afrika hingga Timur Tengah mulai mengalami tekanan seiring meningkatnya pasokan yang tersedia di pasar internasional.
Data persediaan energi Amerika Serikat turut memperkuat sentimen negatif. Meski stok minyak mentah turun ke level terendah dalam lebih dari satu tahun, kenaikan persediaan bensin dan bahan bakar olahan lainnya memunculkan kekhawatiran bahwa konsumsi energi belum sekuat yang diharapkan.
Di tengah penurunan harga minyak, Presiden AS Donald Trump ikut melontarkan kritik keras kepada perusahaan-perusahaan energi. Trump menuding harga bensin di tingkat konsumen belum turun secepat penurunan harga minyak mentah yang terjadi di pasar global.
Meski pasar tengah merayakan meredanya risiko perang, sejumlah analis mengingatkan bahwa ancaman belum benar-benar hilang. Timur Tengah tetap menjadi kawasan paling sensitif bagi perdagangan energi dunia.
Artinya, satu insiden militer besar atau pecahnya kembali ketegangan antara Washington dan Teheran dapat langsung membalikkan keadaan dan memicu lonjakan harga minyak dalam waktu singkat.
Namun untuk saat ini, pesan pasar sangat jelas: ketakutan akan krisis pasokan mulai memudar, kapal tanker kembali berlayar, pasokan meningkat, dan harga minyak dunia sedang mengalami salah satu koreksi paling tajam sejak konflik Iran mengguncang pasar energi global. (Firman/Mun)
-
RAGAM24/06/2026 17:13 WIBDi Tengah Padatnya Aktivitas, Mashudi Benarto dan Elvi Cahyani Rayakan Dua Tahun Cinta dengan Makan Malam Romantis
-
NASIONAL24/06/2026 17:48 WIBKPK Telusuri Setoran PT Blueray Cargo ke BPOM dan Kemendag
-
POLITIK24/06/2026 20:00 WIBDPD: Politik Uang dan Hoaks Kian Menggerus Kualitas Demokrasi Indonesia
-
POLITIK24/06/2026 14:00 WIBGerindra Bantah Keras Isu Instruksi Budi Djiwandono Awasi Gibran
-
NUSANTARA24/06/2026 22:00 WIBHerman Deru Sambut Investor China, Proyek PLTA OKU Selatan Ditargetkan Perkuat Ketahanan Listrik Sumsel
-
NUSANTARA24/06/2026 14:30 WIBIbu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Disiksa hingga Tewas di Malaysia
-
OTOTEK24/06/2026 19:05 WIBMeta Kembangkan Arena, Aplikasi Pasar Prediksi Mirip Polymarket
-
NUSANTARA24/06/2026 15:30 WIBSadis! Monster Bandung Paksa Tato Tangan dan Dada Korban Penyekapan

















