DUNIA
Trump Sesumbar Iran Tak Punya Kekuatan Militer Lagi
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras mengenai kondisi Iran pascakonflik. Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump mengklaim kemampuan militer Teheran telah melemah drastis akibat perang, sekaligus membantah kritik dari Partai Demokrat yang menilai Iran masih berada dalam posisi kuat.
Menurut Trump, perang telah memberikan dampak besar terhadap kemampuan pertahanan Iran.
“Iran tidak lagi memiliki Angkatan Udara, Angkatan Laut, perlengkapan antipesawat, radar, atau hampir semua hal lainnya,” tulis Trump dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut juga menjadi respons atas komentar Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang sebelumnya menuding Washington berada dalam posisi terdesak saat mendorong tercapainya nota kesepahaman (MoU) perdamaian.
Trump membantah anggapan tersebut. Ia justru mengklaim Iran yang berada dalam kondisi sulit dan menyatakan proses negosiasi akan tetap berjalan sesuai kerangka waktu yang telah disepakati.
Selain menyasar Iran, Trump juga melontarkan kritik kepada Partai Demokrat Amerika Serikat yang disebutnya keliru karena menilai Iran berada dalam posisi lebih baik dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Pernyataan Trump muncul setelah dirinya dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik pada 17 Juni 2026. Kesepakatan itu membuka jalan bagi proses negosiasi lanjutan selama 60 hari mengenai program nuklir Iran serta pencabutan sejumlah sanksi internasional.
Dalam kerangka MoU tersebut, Iran diharapkan membuka kembali Selat Hormuz yang memiliki nilai strategis bagi perdagangan energi dunia, sementara Amerika Serikat direncanakan mencabut blokade angkatan lautnya sebagai bagian dari proses diplomatik.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut menandatangani dokumen tersebut sebagai mediator dalam upaya mendorong penyelesaian konflik.
Meski Trump menyampaikan klaim bahwa kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan, pernyataan tersebut masih menjadi bagian dari posisi resmi pemerintah AS dan terus menjadi perhatian di tengah dinamika hubungan antara Washington dan Teheran serta proses negosiasi yang sedang berlangsung. (Mun)
-
NASIONAL04/08/2026 20:00 WIBIndonesia Resmi Tembus 290 Juta Penduduk
-
NUSANTARA04/08/2026 23:00 WIBRatusan Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Higiene
-
DUNIA05/08/2026 00:00 WIBIran Tak Lagi Aman, Milisi Kurdi Klaim Gempur Pangkalan IRGC
-
NASIONAL05/08/2026 11:00 WIBWaspadai Potensi Kericuhan, Aksi 50 Ribu Buruh Ditunda
-
OTOTEK05/08/2026 13:30 WIBWhatsApp Kena Gelombang Suspend, Begini Cara Selamatkan Akun
-
EKBIS05/08/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.338
-
POLITIK05/08/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu Minta MK Rombak Aturan Sengketa Pilpres
-
EKBIS05/08/2026 10:30 WIBRupiah Hajar Dolar AS di Awal Sesi

















