Connect with us

DUNIA

Iran Pertahanan Kami Tak Pernah Jadi Bahan Tawar

Aktualitas.id -

Ilustrasi bendera Iran, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran menegaskan bahwa program rudal balistik nasional sama sekali tidak menjadi bagian dari nota kesepahaman (MoU) damai yang baru saja ditandatangani dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Teheran tidak akan membuka ruang kompromi terkait kemampuan pertahanannya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan rudal balistik merupakan bagian dari sistem pertahanan nasional yang tidak dapat dinegosiasikan dalam forum apa pun.

“Rudal-rudal kami hanya untuk ditembakkan, bukan untuk dirundingkan. Kemampuan pertahanan Iran tidak akan didiskusikan dengan cara apa pun, dalam proses apa pun, atau oleh siapa pun,” tegas Baghaei dalam wawancara dengan televisi nasional Iran.

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang menjadi fondasi menuju perjanjian damai kedua negara. Kesepakatan itu mencakup komitmen menghentikan konflik di berbagai front, termasuk di Lebanon, pembahasan program nuklir Iran, serta rencana pencabutan sejumlah sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Teheran.

Namun, satu isu yang selama ini menjadi perhatian utama Amerika Serikat dan Israel justru tidak tercantum dalam dokumen tersebut, yakni program rudal balistik Iran.

Selama konflik berlangsung, fasilitas rudal Iran menjadi salah satu sasaran operasi militer. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bahkan menyatakan bahwa program rudal Iran semestinya menjadi bagian dari pembicaraan karena dinilai berpotensi mengancam Israel maupun pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Iran tetap mempertahankan sikapnya. Bagi Teheran, rudal balistik adalah instrumen pertahanan nasional yang tidak dapat dijadikan bahan tawar-menawar dalam diplomasi internasional.

Menariknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyampaikan pernyataan yang lebih moderat. Dalam keterangannya di Prancis, Trump mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan Iran memiliki rudal balistik selama negara-negara lain di kawasan juga memiliki kemampuan serupa.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa kedua negara kini memilih memfokuskan negosiasi pada penghentian konflik dan isu nuklir, sementara persoalan rudal balistik tetap menjadi garis merah yang belum tersentuh.

Meski jalur diplomasi mulai terbuka, sikap keras Iran menunjukkan bahwa isu kemampuan militernya masih menjadi salah satu perbedaan paling mendasar dalam hubungan Teheran dan Washington. Ke depan, program rudal balistik diperkirakan tetap menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya mewujudkan perdamaian yang lebih menyeluruh di kawasan Timur Tengah. (Mun)

TRENDING