EKBIS
BTN Pertimbangkan Buyback Saham
AKTUALITAS.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memberi sinyal akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback seiring dorongan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Opsi tersebut tengah dikaji manajemen dan berpotensi digunakan untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan harga saham BTN saat ini dinilai masih berada di bawah nilai fundamental perusahaan. Karena itu, perseroan membuka peluang melakukan pembelian kembali saham sebagai bagian dari strategi korporasi.
“Saat ini harga saham BBTN cukup undervalued sehingga salah satu opsi yang dapat kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus maupun stock option,” kata Nixon di Jakarta.
Menurutnya, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank. Namun manajemen akan mempertimbangkan memasukkan program itu dalam revisi dokumen perencanaan perusahaan.
Dirinya menjelaskan ruang untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik saat ini relatif terbatas karena jumlah saham beredar telah mendekati batas minimum ketentuan regulator.
Wacana buyback sebelumnya juga mendapat perhatian dari Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria. Ia menilai langkah tersebut merupakan aksi korporasi yang lazim dilakukan perusahaan ketika harga saham belum mencerminkan kondisi fundamental bisnis.
“Buyback merupakan proses yang normal apabila perusahaan menilai harga sahamnya terlalu rendah dibandingkan kinerja yang dimiliki,” ujar Dony.
Menurutnya, sejumlah perusahaan BUMN memiliki fondasi bisnis yang kuat sehingga investasi pada saham sendiri dapat menjadi pilihan menarik dibandingkan menempatkan dana pada instrumen lain.
Di tengah kajian buyback, BTN juga sedang memperkuat bisnis melalui ekspansi anorganik. Perseroan saat ini memproses akuisisi portofolio kredit milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk dengan nilai total sekitar Rp19,92 triliun.
Transaksi tersebut mencakup pengalihan kredit pensiunan, pra pensiunan, serta kredit pegawai aktif BUMN dan instansi pemerintah. Penandatanganan perjanjian dilakukan pada (22/5/2026) melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement.
Analis Bahana Sekuritas Razqi M Kurniawan menilai langkah akuisisi tersebut berpotensi memberikan nilai tambah bagi BTN. Selain memperbesar aset produktif, transaksi tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kualitas portofolio kredit perusahaan.
“Akuisisi ini berpotensi memberikan kontribusi positif tanpa menimbulkan dilusi terhadap pemegang saham,” kata Razqi.
Ia menambahkan portofolio yang diambil alih memiliki profil risiko yang lebih terkendali serta menawarkan imbal hasil yang menarik bagi perseroan. (Micko)
-
OLAHRAGA24/06/2026 04:30 WIBBrazil vs Skotlandia: Penentu Tiket Lolos Grup C Piala Dunia
-
JABODETABEK24/06/2026 05:30 WIBCuaca 24 Juni: Jakarta Tak Bisa Lepas dari Hujan Ringan
-
NUSANTARA23/06/2026 22:31 WIBHerman Deru Dorong Inovasi Daerah Hadapi Efisiensi Anggaran dan Keterbatasan Fiskal
-
EKBIS24/06/2026 00:01 WIBDidukung Kemenpar, KRISTAInterFOOD 2026 Siap Perkuat Industri F&B Nasional
-
OLAHRAGA24/06/2026 05:15 WIBKlasmen Grup H Piala Dunia 2026 Sangat Sengit dan Ketat
-
POLITIK23/06/2026 21:46 WIBNarasi “1998 Redux” Digerakkan Oligarki Serakahnomic
-
EKBIS23/06/2026 23:00 WIBPT KMR Klaim Kasus Minyakita Bermasalah di Wonogiri Tuntas
-
OLAHRAGA24/06/2026 07:15 WIB10 Kafe Seru Nobar Piala Dunia 2026 di Jakarta

















