Berita
Kiblat ke Makkah Hadiahnya Nabi Muhammad dari Allah
Makkah (Ka’bah) menjadi arah sholat (kiblat) umat Islam di seluruh dunia setelah Yarusalem di Palestina (Aqsa). Kiblat ke Ka’bah ini merupakan hadiah dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Awal Allah SWT memberikan hadiah kiblat ke Makkah karena Nabi Muhammad selalu menengadah ke langit ketika sholatnya. Hal ini seperti diabadikan dalam surat Albaqarah ayat 144: “Kami […]
Makkah (Ka’bah) menjadi arah sholat (kiblat) umat Islam di seluruh dunia setelah Yarusalem di Palestina (Aqsa). Kiblat ke Ka’bah ini merupakan hadiah dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW.
Awal Allah SWT memberikan hadiah kiblat ke Makkah karena Nabi Muhammad selalu menengadah ke langit ketika sholatnya. Hal ini seperti diabadikan dalam surat Albaqarah ayat 144:
“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.”
Ayat itu menurut Prof Hamka, bahwasanya Kami (Allah) telah mem-perhatikan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu menengadah ke langit mengharap-harap, moga-moga Tuhan mengizinkan Nabi Muhammad mengalihkan kiblat ke Ka’bah.
Menurut riwayat lbnu Majah dari al-Bara’, setiap akan sholat beliau menghadap-kan wajah ke langit, yang diketahui oleh Tuhan bahwa hati beliau amat rindu jika kiblat itu dialihkan ke Ka’bah. Tiap-tiap Malaikat Jibril turun dari langit atau naik kembali ke langit selalu Rasulullah mengikutnya dengan pandangannya, menunggu-nunggu bilakah agaknya akan datang perintah Tuhan tentang peralihankiblat itu, sampai turun ayat ini
“Sesungguhnya telah Kami lihat muka engkau menengadah ke langit, sampai kepada akhir ayat: “maka Kami palingkanlah engkau kepada kiblat yang engkau ingini.”
Ini merupakan suatu keinginan yang timbul sebagai suatu risalat yang beliau bawa ke dunia ini, yaitu menyempurna-kan ajaran agama yang dibawa Nabi lbrahim. Sebab “Wadin ghairidzi-zar’in”atau lembah yang tidak ditumbuhi tumbuhan di dekat rumah Allah yang suci itu adalah pokok tempat bertolak pertama dari Nabi Ibrahim seketika beliau memulai risalatnya.
“Rumah itulah yang beliau jadikan pusat pertama dari seluruh mesjid tempat menyembah Allah Yang Tunggal. Sebab itu palingkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram.”
Dengan perintah pada ayat ini maka mulai saat itu beralihlah kiblat dari Baitul Maqdis (rumah suci) yang di Palestina (Qudus ), yang didirikan oleh Nabi Sulaiman, kepada Masjidil Haram yang didirikan oleh Nabi lbrahim, nenek-moyang Sulaiman AS dan nenek-moyang Muhammad SAW yang berdiri di Makkah.
-
DUNIA25/09/2026 08:00 WIBPresiden Iran Tantang AS di Sidang PBB
-
JABODETABEK25/09/2026 07:30 WIBRemaja Bogor Tega Habisi Ayahnya Sendiri
-
NUSANTARA25/09/2026 08:30 WIBGempar Penemuan Jenazah di Mukomuko, Polisi Minta Warga Tahan Diri Soal Isu Jurnalis
-
EKBIS25/09/2026 09:30 WIBIHSG Hijau di Awal Dagang
-
NASIONAL25/09/2026 06:00 WIBMori Hanafi Desak Anggaran Transmigrasi Dirombak
-
NASIONAL25/09/2026 09:00 WIBBengkulu Darurat Sampah! Srikandi NasDem Semprot Dirjen Cipta Karya KemenPU
-
POLITIK25/09/2026 07:00 WIBDeddy: Pileg Jadi ‘Tiket’ Pilpres Sudah Tak Relevan
-
NASIONAL24/09/2026 20:00 WIBDPR Desak Tindak Lanjut Temuan Ombudsman