Berita
Soal Desakan Inggris Sanksi Taliban, Biden: Itu Tergantung
Negara Inggris diklaim berencana mendesak negara-negara sekutu untuk menjatuhi sanksi kepada Taliban di Afghanistan. Menangggapi desakan itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mendukung, namun itu tergantung juga pada langkah Taliban. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, disebut-sebut akan mengemukakan desakan itu pada pertemuan forum G7 yang terdiri dari Amerika Serikat, Italia, Prancis, Jerman, Jepang, dan […]
Negara Inggris diklaim berencana mendesak negara-negara sekutu untuk menjatuhi sanksi kepada Taliban di Afghanistan. Menangggapi desakan itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mendukung, namun itu tergantung juga pada langkah Taliban.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, disebut-sebut akan mengemukakan desakan itu pada pertemuan forum G7 yang terdiri dari Amerika Serikat, Italia, Prancis, Jerman, Jepang, dan Kanada, pada Selasa (24/8).
Inggris percaya bahwa G7 harus menjatuhi sanksi ekonomi yang berat dan tanpa bantuan jika Taliban melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia serta menjadikan negara itu perlindungan bagi milisi. Dilansir dari Reuters, pernyataan itu disampaikan oleh salah seorang pejabat pemerintah yang tak ingin disebutkan identitasnya.
Presiden AS Joe Biden sendiri sebelumnya mengatakan bahwa Taliban tidak akan mengambil sikap perlawanan terhadap tentara AS di Bandara Kabul. Mereka juga berjanji akan memberikan jalan bagi para warga Amerika untuk sampai ke bandara dengan selamat.
Ketika ditanya apakah AS akan mendukung desakan dari Inggris untuk menjatuhkan sanksi jika Taliban melakukan kekerasan, Biden memberi jawaban singkat.
poster
“Jawabannya iya. Itu tergantung pada perilaku (Taliban),” ujar Biden.
dua pekan lalu. Ribuan warga termasuk warga negara asing pun ketakutan dan ingin segera meninggalkan negara tersebut.
Biden, yang mendapat kecaman di dalam dan luar negeri terkait penanganan penarikan pasukan AS dari Afghanistan, pekan lalu mengatakan para pemimpin G7 akan melakukan pendekatan bersama terhadap Taliban. Ia juga mengatakan telah mengadakan pembicaraan bilateral dengan Johnson, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi.
Sementara itu, dilaporkan dari Media Inggris, Johnson berencana untuk mendorong Biden memperpanjang tenggat 31 Agustus untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan sehingga lebih banyak orang dapat dievakuasi
Pada Minggu, Biden mengatakan militer AS sedang mendiskusikan kemungkinan perpanjangan tenggat waktu, tetapi berharap itu tidak perlu.
Dia mengatakan Washington akan mempertimbangkan perpanjangan jika diminta oleh sekutu G7, tapi kerja sama erat untuk penanganan evakuasi warga di Afghanistan.
Militer AS sebelumnya mengatakan telah memerintahkan pesawat komersial untuk membantu proses evakuasi di Afghanistan.
-
RAGAM24/06/2026 17:13 WIBDi Tengah Padatnya Aktivitas, Mashudi Benarto dan Elvi Cahyani Rayakan Dua Tahun Cinta dengan Makan Malam Romantis
-
EKBIS24/06/2026 11:30 WIBSelat Hormuz Lancar, Harga Minyak Dunia Turun
-
NASIONAL24/06/2026 17:48 WIBKPK Telusuri Setoran PT Blueray Cargo ke BPOM dan Kemendag
-
NUSANTARA24/06/2026 11:00 WIB2 Peserta SPPI Tewas Saat Latihan Militer
-
POLITIK24/06/2026 13:00 WIBPengamat: Wacana 2 Periode Prabowo – Gibran Dinilai Punya Misi Tersembunyi
-
POLITIK24/06/2026 20:00 WIBDPD: Politik Uang dan Hoaks Kian Menggerus Kualitas Demokrasi Indonesia
-
RIAU24/06/2026 12:45 WIBOperasi Senyap, Polresta Pekanbaru Gerebek Gudang Narkoba di Apartemen Mewah
-
POLITIK24/06/2026 14:00 WIBGerindra Bantah Keras Isu Instruksi Budi Djiwandono Awasi Gibran