Berita
Ratusan Kelompok Hak Sipil Desak DK PBB Turun Tangan Atasi Kekerasan Militer Myanmar
Lebih dari 500 kelompok hak-hak sipil menyerukan Dewan Keamanan (DK) PBB bertemu untuk menghentikan meningkatnya kekerasan di negara bagian Chin, Myanmar, daerah perbatasan yang menjadi garis terdepan perlawanan terhadap kekuasaan militer. Media lokal, para saksi mata, dan PBB telah melaporkan pengerahan senjata berat dan pasukan tentara di Chin, memperkirakan adanya serangan besar tentara untuk menyingkirkan […]
Lebih dari 500 kelompok hak-hak sipil menyerukan Dewan Keamanan (DK) PBB bertemu untuk menghentikan meningkatnya kekerasan di negara bagian Chin, Myanmar, daerah perbatasan yang menjadi garis terdepan perlawanan terhadap kekuasaan militer.
Media lokal, para saksi mata, dan PBB telah melaporkan pengerahan senjata berat dan pasukan tentara di Chin, memperkirakan adanya serangan besar tentara untuk menyingkirkan kelompok misi yang dibentuk setelah kudeta 1 Februari.
Human Rights Watch merilis sebuah pernyataan atas nama 521 organisasi domestik dan internasional yang menyerukan DK PBB mengeluarkan resolusi dan bertindak sebelum kekerasan meluas di Chin, yang berbatasan dengan India.
“Harus dilakukan rapat mendesak terkait meningkatnya serangan di Negara Bagian Chin dan secara keseluruhan terkait memburuknya krisis politik, HAM, dan kemanusiaan hasil dari perebutan kekuasaan dan keserakahan para pemimpin militer Myanmar yang telah menyebabkan penderitaan yang sangat luar biasa,” jelas pernyataan tersebut, dilansir Reuters, Jumat (5/11).
Myanmar telah dilumpuhkan oleh serangkaian unjuk rasa dan kekerasan sejak kudeta. Junta militer menghadapi perlawanan bersenjata dari milisi dan pemberontak etnis minoritas yang bersekutu dengan pemerintah bayangan yang berisi para pemimpin sipil yang disingkirkan.
Para saksi mata, kelompok bantuan, dan media lokal mengatakan rumah-rumah serta gereja-gereja dibakar di daerah Thantlang. Kantor Save the Children, salah satu organisasi yang menandatangani pernyataan tersebut, dirusak.
Junta tidak mengomentari situasi di Chin. Reuters tidak bisa memverifikasi laporan kekerasan di wilayah itu secara independen, di mana internet dan saluran komunikasi lainnya diputus.
Badan kemanusiaan PBB dalam laporannya pada Rabu mengatakan bentrokan antara pasukan keamanan dan pasukan pertahanan rakyat meningkat di Chin, termasuk di daerah tetangganya, Magway dan Sagaing.
-
FOTO02/04/2026 07:50 WIBFOTO: Suasana Gedung DPR saat Efisiensi Energi
-
NUSANTARA02/04/2026 17:00 WIBReaksi Cepat Prajurit TNI Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
-
NASIONAL02/04/2026 06:00 WIBEks Menhub BKS Bantah Peras Kontraktor Rp5,5 Miliar Demi Kampanye
-
NASIONAL02/04/2026 11:00 WIBSahroni Sebut Kasus Air Keras ke Puspom TNI Sudah Benar
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 11:15 WIBKurang dari 12 Jam, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian di Hotel 66
-
NASIONAL02/04/2026 10:00 WIBEddy Soeparno Puji Langkah Berani Presiden Prabowo Selamatkan Harga BBM
-
NUSANTARA02/04/2026 12:30 WIBRugi Miliaran!11 Sumur Minyak Ilegal Muba Meledak Berkeping-keping
-
EKBIS02/04/2026 10:30 WIBPidato Perang Donald Trump Bikin IHSG Hari Ini Runtuh ke Level 7.092

















