Berita
Lanjutkan Kartu Prakerja di 2022, Pemerintah Gelontorkan Rp11 T
AKTUALITAS.ID – Pemerintah akan melanjutkan program Kartu Prakerja pada tahun depan. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan bagi Kartu Prakerja mencapai 2 kali lipat dibandingkan anggaran tahun ini. “Pemerintah akan alokasikan dana sosial sebesar Rp252,3 triliun dan dari dana tersebut Rp11 triliun atau 4,3 persen di antaranya akan digunakan untuk Kartu Prakerja,” kata Kepala Badan Kebijakan […]
AKTUALITAS.ID – Pemerintah akan melanjutkan program Kartu Prakerja pada tahun depan. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan bagi Kartu Prakerja mencapai 2 kali lipat dibandingkan anggaran tahun ini.
“Pemerintah akan alokasikan dana sosial sebesar Rp252,3 triliun dan dari dana tersebut Rp11 triliun atau 4,3 persen di antaranya akan digunakan untuk Kartu Prakerja,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu dalam webinar Kartu Prakerja, Rabu (1/12/2021).
Dengan anggaran tersebut, ia meminta kepada Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja untuk terus melakukan evaluasi mendalam terhadap program peningkatan kompetensi bagi pencari kerja ini.
Ia mengungkapkan program Kartu Prakerja merupakan program yang pada dasarnya diinisiasi untuk menjembatani gap antara tenaga kerja dan industri.
“Secara titahnya memang ini ditujukan untuk lebih luas lagi yaitu menjembatani gap antara kompetensi tenaga kerja dengan pasar tenaga kerja,” katanya.
Ia menambahkan sejak peluncurannya pada tahun lalu, Kartu Prakerja berhasil menjangkau 12 juta orang dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut manajemen mengadakan survei terhadap 7,2 juta responden peserta Kartu Prakerja.
Hasilnya, 85 persen responden tidak pernah mengikuti pelatihan sama sekali, 52 persen di antaranya tinggal di pedesaan, 49 persen merupakan wanita, dan 3,6 persen di antaranya penyandang disabilitas. Dengan demikian, pelatihan dinilai menjadi penting bagi para pencari kerja.
Lebih dari satu tahun, Prakerja memberikan sejumlah efek positif bagi pasar tenaga kerja Indonesia. Penelitian yang diadakan oleh The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-Pal) mengungkapkan peserta yang memperoleh sertifikat dari pelatihan meningkatkan penggunaan sertifikat di pasar tenaga kerja hingga 172 persen.
“Peserta menggunakan sertifikat untuk mencari kerja naik signifikan hingga 172 persen,” kata Professor di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sekaligus Direktur J-Pal Benjamin Olken, Rabu (1/12).
Peserta Kartu Prakerja 18 persen lebih besar kemungkinan untuk mendapat pekerjaan setelah mendapat pelatihan. Selain itu, insentif Kartu Prakerja yang diterima peserta juga meningkatkan pembelian aset sebesar 21 persen. Aset yang dimaksud berupa kendaraan bermotor, emas, hingga produk elektronik.
-
DUNIA29/01/2026 19:00 WIBGagal Lakukan Perundingan, Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran
-
JABODETABEK29/01/2026 19:30 WIBAncol Hadirkan Tiket Rp150 Ribu untuk Seluruh Rekreasi pada Perayaan Imlek 2026
-
RIAU29/01/2026 20:00 WIBLima Ajang Wisata Riau Masuk Karisma Event Nusantara 2026
-
NASIONAL29/01/2026 18:30 WIBKRI Prabu Siliwangi-321 Lakukan Uji Tembak Meriam 127 MM
-
NUSANTARA30/01/2026 11:00 WIBSiswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG Masih Jalani Rawat Inap
-
NASIONAL30/01/2026 05:30 WIBGuna Jamin Objektivitas, Kapolresta Sleman di Nonaktifkan
-
OLAHRAGA29/01/2026 20:30 WIBDua Kali Petik Kemenangan, Ekspektasi pada Manchester United Naik
-
OASE30/01/2026 05:00 WIBBatas Keharaman Jual Beli Menjelang Shalat Jumat

















