Berita
Investasi Ilegal Masih Marak, Ketua SWI: Empat Tahun Terakhir 908 Aduan
AKTUALITAS.ID – Berbagai cara untuk merayu pemilik cuan supaya terjebak bujuk rayu investasi yang menggiurkan. Mulai dari investasi konvensional hingga berbasis aplikasi. Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumbun Tobing mendata sudah hampir seribu jumlah korban yang masuk dalam proses hukum.
“Tahun 2019 ada 442 aduan, lalu 2020 ada 347 aduan, 2021 ada 98 dan baru tiga bulan ini sudah 21 aduan kepada kami sehingga totalnya 908,” jelas Tongam kepada wartawan Selasa, (22/3/2022).
SWI mengkaji bentuk investasi ilegal yang digemari masyarakat kekinian seperti arisan online dan kripto Binance. Penyelenggara investasi bodong di Indonesia menggunakan berbagai modus seperti sistem piramida atau skema ponzi, robot trading palsu, serta binary option.
“Orang niat mengumpulkan uang malah buntung, karena tergiur dengan bunga yang besar dalam waktu dekat. Kemudian masyarakat kita mudah percaya, hanya dari WAG saja langsung transfer. Belum lagi ada kesaksian influencer disitu yang seolah bisa meyakinkan orang lain, akan beruntung jika berinvestasi di sini, ini yang salah,” paparnya.
Kemudian Tongam L Tobing menegaskan semua kegiatan yang ada di Indonesia harus berizin. Bila tidak, artinya layanan yang diberikan adalah ilegal.
“Semua itu harus izin di Indonesia, kegiatan perdagangan itu siapa saja yang mau buat kegiatan di Indonesia harus ada izin. Perdagangan tanpa izin ya berarti ilegal. Biar dia di luar sudah ada izin, di Indonesia tidak punya, ya dia ilegal kita hentikan kegiatannya,” ujarnya.
Diceritakan warganet bernama Dewi. Dia menyebut kakak iparnya sempat terjerumus investasi bodong. “Dia dijanjikan bisa mendapatkan ratusan juta hanya dengan modal Rp10 juta,” katanya.
Kemudian, salah satu contoh kasus disampaikan warganet bernama Indrika. Dia mengaku sempat kehilangan uang Rp200 juta hanya dalam sebulan karena terjerumus investasi ilegal.
Mengacu data Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), praktik-praktik investasi bodong telah merugikan masyarakat Indonesia hingga Rp117,5 triliun dalam kurun 10 tahun terakhir.
-
PAPUA TENGAH15/03/2026 19:00 WIBAparat Gabungan Kembali Gagalkan Penyeludupan Miras di Pelabuhan Poumako
-
NASIONAL15/03/2026 20:00 WIBWacana ASN WFH, Komisi II: Layanan Publik Harus Tetap Optimal
-
NASIONAL15/03/2026 18:30 WIBKPK Cetak “Hattrick”, Alarm Darurat di Jawa Tengah
-
NASIONAL15/03/2026 14:00 WIBKapolri: Tak Ada Kenaikan BBM dalam Waktu Dekat
-
OLAHRAGA15/03/2026 16:00 WIBTak Hanya Putri KW, Alwi Farhan Juga Menyusul ke Final Swiss Open 2026
-
PAPUA TENGAH15/03/2026 16:14 WIBApi Hanguskan Tiga Rumah Indekos di Mimika Baru
-
PAPUA TENGAH15/03/2026 20:16 WIBTerpeleset Saat Memancing, Seorang Pemuda Hilang di Perairan Poumako
-
PAPUA TENGAH15/03/2026 21:00 WIBPerkuat Siskamtibmas, Wakapolres Mimika Resmikan Pos PEKA Manguni

















