Connect with us

DUNIA

AS Percepat Pengiriman Senjata ke Israel, Nilainya Fantastis!

Aktualitas.id -

Bendera Israel dan Amerika berkibar selama latihan terakhir untuk upacara penyambutan Presiden AS Joe Biden menjelang kunjungannya ke Israel, di bandara Internasional Ben Gurion, di Lod dekat Tel Aviv, Israel 12 Juli 2022. REUTERS/Amir Cohen

AKTUALITAS.ID – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengumumkan bahwa dirinya telah menandatangani deklarasi untuk mempercepat pengiriman bantuan militer senilai sekitar USD 4 miliar ke Israel. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi komitmen jangka panjang AS terhadap keamanan negara sekutunya tersebut.

Dilansir Reuters, Minggu (2/3/2025), pemerintah Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyetujui penjualan besar-besaran senjata dan peralatan militer senilai hampir USD 12 miliar ke Israel. Rubio menegaskan bahwa AS akan terus menggunakan semua alat yang tersedia untuk mendukung keamanan Israel, termasuk menggunakan wewenang darurat untuk mempercepat pengiriman bantuan militer.

Bantuan tersebut mencakup penjualan bom, peralatan pemusnah massal, dan berbagai persenjataan lainnya senilai hampir USD 3 miliar. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS juga memberitahukan Kongres tentang penjualan senjata ini secara darurat, mengabaikan prosedur lama yang biasanya memberi kesempatan kepada anggota senior Komite Urusan Luar Negeri DPR dan Senat untuk melakukan peninjauan dan meminta informasi lebih lanjut.

Ini merupakan pengumuman kedua kalinya dalam beberapa minggu terakhir di mana pemerintahan Trump menggunakan wewenang darurat untuk segera menyetujui penjualan senjata ke Israel. Bahkan, pemerintahan Biden juga menggunakan wewenang serupa dalam menyetujui penjualan senjata ke negara tersebut tanpa melibatkan tinjauan Kongres.

Pada saat yang sama, perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas yang disepakati pada 19 Januari 2025 berhasil menghentikan pertempuran yang telah berlangsung selama 15 bulan, memungkinkan pembicaraan untuk mengakhiri perang. Gencatan senjata ini juga mengarah pada pembebasan 33 sandera Israel dan sekitar 2.000 tahanan Palestina.

Meskipun ada langkah positif dalam proses gencatan senjata, kedua belah pihak, Israel dan Hamas, saling menuduh melanggar perjanjian tersebut, menimbulkan keraguan atas kelanjutan fase kedua dari kesepakatan yang mencakup pembebasan lebih banyak sandera dan langkah-langkah menuju perdamaian permanen. (Mun/Yan Kusuma)

TRENDING

Exit mobile version