DUNIA
Kim Jong Un: Serangan AS ke Venezuela Merupakan Pelanggaran Kedaulatan
AKTUALITAS.ID – Pemerintahan pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengutuk keras serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang menewaskan sedikitnya 80 orang. Pyongyang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
Kecaman tersebut disampaikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Korea Utara, yang menyebut serangan AS sebagai bentuk hegemoni dan agresi terbuka terhadap Venezuela.
“Kementerian Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) mengutuk keras tindakan hegemoni AS ke Venezuela karena merupakan pelanggaran kedaulatan paling serius serta pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional,” demikian pernyataan Kemlu Korut yang dikutip kantor berita KCNA, Minggu (4/1/2026).
Pyongyang menilai serangan tersebut kembali menegaskan watak agresif Amerika Serikat di mata komunitas internasional. Menurut Korut, tindakan militer AS tersebut menunjukkan pola kekerasan dan dominasi yang telah lama dipraktikkan Washington dalam hubungan internasional.
“Insiden ini merupakan contoh lain yang secara jelas menegaskan kembali sifat jahat dan brutal AS yang telah lama disaksikan oleh komunitas internasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Korea Utara juga mendesak komunitas internasional untuk merespons situasi di Venezuela secara serius. Pyongyang memperingatkan bahwa tindakan Amerika Serikat di Caracas berpotensi menimbulkan konsekuensi bencana bagi stabilitas kawasan maupun hubungan internasional secara luas.
Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Venezuela, termasuk ibu kota Caracas, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 80 orang dan memicu kecaman global.
Dalam operasi militer itu, pasukan elite AS Delta Force menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian diterbangkan ke New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri sidang atas tuduhan narkoterorisme di pengadilan federal yang dijadwalkan berlangsung pada Senin pukul 12.00 waktu setempat.
Aksi Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penangkapan Maduro memicu reaksi keras dari berbagai negara dunia. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut situasi di Caracas sebagai preseden berbahaya dan mendesak Amerika Serikat untuk mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ketegangan geopolitik akibat serangan ini diperkirakan masih akan terus berkembang dan menjadi perhatian utama dunia internasional dalam beberapa hari ke depan. (Mun)
-
POLITIK07/01/2026 15:00 WIBSurvei LSI Denny JA: 67,1% Pendukung Prabowo Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD
-
POLITIK07/01/2026 07:00 WIBKemarin Menolak Keras, Kini Demokrat Berbalik Dukung Pilkada Lewat DPRD
-
FOTO07/01/2026 17:58 WIBFOTO: Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Tolak Pilkada DPR
-
NUSANTARA07/01/2026 06:30 WIBBNPB Laporkan 16 Meninggal Akibat Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro
-
POLITIK07/01/2026 10:00 WIBWaka DPR Minta Masyarakat Tempuh Uji Materi KUHP ke MK
-
POLITIK07/01/2026 09:00 WIBEddy Soeparno: Parpol Harus Dialog Cari Titik Temu Soal Sistem Pilkada
-
EKBIS07/01/2026 09:30 WIBIHSG Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi Baru ke Level 8.958
-
POLITIK07/01/2026 13:00 WIBPengamat: Demokrat Berisiko Menghancurkan Warisan SBY Jika Dukung Pilkada via DPRD

















