DUNIA
Warga Gaza Merasa Frustrasi, Fase Kedua Gencatan Senjata Tak Membawa Perbedaan
AKTUALITAS.ID – Gencatan senjata di Jalur Gaza resmi memasuki fase kedua, namun warga Palestina di wilayah tersebut menilai situasi di lapangan belum menunjukkan perubahan berarti. Meski Amerika Serikat mengumumkan peralihan fokus ke tahap demiliterisasi dan rekonstruksi, warga Gaza mengaku masih hidup dalam ketidakpastian dan ancaman kekerasan.
Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyatakan fase kedua gencatan senjata Gaza akan menitikberatkan pada penarikan penuh pasukan Israel, perlucutan senjata Hamas, pembentukan pemerintahan teknokratis sementara, serta rencana rekonstruksi Jalur Gaza.
Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan realitas yang dirasakan warga. Sejumlah penduduk Gaza yang diwawancarai AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (17/1/2026), menyebut tidak ada perbedaan signifikan antara fase pertama dan fase kedua gencatan senjata.
Salah satunya Mahmoud Abdel Aal, warga Gaza City yang kini tinggal di tenda pengungsian. Ia mengatakan bahwa sejak fase kedua dimulai pada Rabu (14/1/2026) waktu setempat, kondisi keamanan dan kehidupan sehari-hari warga tetap sama.
“Tidak ada perbedaan antara perang dan gencatan senjata. Tidak ada juga perbedaan antara fase pertama dan fase kedua. Serangan masih terus terjadi setiap hari,” ujar Abdel Aal.
Ia menambahkan, mayoritas warga Gaza kini merasa frustrasi dan khawatir karena tidak melihat adanya perubahan nyata di wilayah kantong Palestina tersebut. “Semua orang merasa cemas karena tidak ada yang berubah,” katanya.
Nada serupa disampaikan Ahmad Suleiman, warga Gaza lainnya. Ia menilai pengumuman fase kedua gencatan senjata lebih ramai di media internasional dibandingkan dampaknya di lapangan.
“Di media terlihat seolah ada gencatan senjata, tetapi kenyataannya berbeda. Lihat saja kondisi di sekitar kami,” ucapnya sambil menunjuk bangunan-bangunan yang hancur.
Gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada Oktober 2025. Pada fase pertama, kesepakatan mencakup penghentian pertempuran antara Hamas dan Israel, penarikan sebagian pasukan Israel, pertukaran sandera dan tahanan, serta masuknya bantuan kemanusiaan dalam jumlah terbatas ke Jalur Gaza.
Sementara fase kedua mengatur penarikan penuh pasukan Israel, pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), perlucutan senjata Hamas, serta pembentukan komite teknokratis Palestina untuk memerintah Gaza secara sementara pascaperang.
Meski Witkoff mengumumkan dimulainya fase kedua pada Rabu (14/1), laporan badan pertahanan sipil Gaza menyebutkan lebih dari 14 orang tewas dalam serangan yang terjadi tak lama setelah pengumuman tersebut. Walaupun intensitas serangan Israel disebut menurun sejak gencatan senjata diberlakukan, serangan masih terjadi hampir setiap hari.
Israel dan Hamas pun saling menuduh telah melanggar ketentuan gencatan senjata yang disepakati.
Sebagian besar warga Gaza juga mengaku skeptis terhadap rencana pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang diumumkan baru-baru ini. Hossam Majed, warga Gaza City yang tinggal di reruntuhan rumahnya, menyebut warga sipil merasa terabaikan oleh komunitas internasional.
“Semua negara berkumpul di Kairo untuk membicarakan Gaza, tetapi mereka bahkan tidak bisa masuk ke sini,” ujarnya.
Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan, hampir 450 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.200 orang luka-luka akibat serangan yang masih terjadi. Secara keseluruhan, sejak perang pecah pada Oktober 2023, lebih dari 71.000 orang tewas dan 171.000 lainnya luka-luka di Jalur Gaza.
Kondisi tersebut membuat warga Gaza pesimistis bahwa fase kedua gencatan senjata akan segera membawa perdamaian dan pemulihan yang nyata bagi kehidupan mereka. (Mun)
-
DUNIA27/01/2026 15:00 WIBKapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Kemlu Iran: Agresi Washington Akan Berakhir Menyakitkan
-
JABODETABEK27/01/2026 16:00 WIBSoal Penangkapan Pedagang Es Gabus, Anggota TNI-Polri Beri Klarifikasi
-
RAGAM27/01/2026 14:30 WIBWaspada! 14 Wilayah di Indonesia Terancam Gempa Megathrust
-
POLITIK27/01/2026 17:30 WIB9 Nama Disetujui Jadi Anggota Ombudsman 2026-2031, Dalam Rapat Paripurna DPR RI
-
NUSANTARA27/01/2026 18:30 WIBPenyeludupan 70 Ton Daging Beku dari Singapura Berhasil Digagalkan
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
RAGAM27/01/2026 19:00 WIBTom Cruise Kembali ke AS Usai Beberapa Tahun Tinggal di Inggris
-
NASIONAL27/01/2026 18:00 WIBAwas! Jangan Coba-coba Konsumsi Gas Tertawa “Whip Pink”

















