DUNIA
Iran Tolak Gencatan Senjata Tanpa Klarifikasi AS
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan mempertimbangkan wacana gencatan senjata sebelum Amerika Serikat menjelaskan alasan di balik serangan militer yang memicu konflik terbaru di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa klarifikasi dari Amerika Serikat menjadi prasyarat penting sebelum Teheran membuka peluang pembahasan penghentian konflik.
“Mereka harus menjelaskan mengapa mereka memulai agresi ini sebelum kami sampai pada titik mempertimbangkan gencatan senjata,” kata Araghchi dalam wawancara dengan NBC News, Minggu (8/3/2026).
Araghchi menegaskan bahwa Iran saat ini hanya menggunakan haknya untuk membela diri setelah serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
“Tentu saja tidak ada yang ingin melanjutkan perang ini. Kami dipaksa oleh Amerika Serikat dan Israel. Apa yang kami lakukan saat ini adalah tindakan sah untuk membela diri,” ujarnya.
Ia juga membantah tuduhan bahwa Iran menyerang negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, target serangan Iran adalah pangkalan militer dan aset milik Amerika Serikat yang berada di wilayah negara lain.
“Kami tidak menyerang negara tetangga kami. Kami menyerang pangkalan Amerika dan aset militer Amerika yang menyerang kami,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah tidak akan stabil selama masih menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
“Selama keberadaan pangkalan AS di kawasan ini berlanjut, negara-negara tersebut tidak akan menikmati perdamaian,” ujarnya.
Ketegangan meningkat tajam setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan luas dan korban sipil di sejumlah wilayah Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat serta sejumlah fasilitas di Israel. Konflik ini juga memicu eskalasi serangan di berbagai titik strategis di kawasan Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang fasilitas penyulingan minyak di Haifa, Israel, menggunakan rudal Kheibar Shekan sebagai balasan atas serangan terhadap fasilitas energi Iran di Teheran.
IRGC juga menyatakan serangan drone menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Dubai, Uni Emirat Arab.
Di tengah meningkatnya konflik, laporan media internasional menyebut China mulai memberikan dukungan terbatas kepada Iran berupa bantuan finansial dan komponen militer, meski Beijing sejauh ini menghindari keterlibatan langsung dalam konflik.
Sementara itu, laporan lain menyebut Rusia diduga berbagi data intelijen dan citra satelit dengan Iran terkait posisi pasukan Amerika Serikat di kawasan. Namun, Central Intelligence Agency (CIA) menolak memberikan komentar atas laporan tersebut.
Konflik yang terus memanas ini meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi eskalasi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
NASIONAL17/06/2026 14:00 WIBKonferensi Pers BEM Fakultas Bersatu Berujung Gelombang Bantahan
-
POLITIK17/06/2026 09:00 WIBKPU EVoting Solusi Pemilu Ulang LN
-
POLITIK17/06/2026 11:00 WIBPakar Usul Bentuk Lembaga Baru Pemutus Syahwat Politik Parlemen
-
NASIONAL17/06/2026 07:00 WIBWaka MPR Harap Harga BBM Normal Lagi
-
NUSANTARA17/06/2026 12:30 WIBBNPB Cuaca Ekstrem Picu Krisis Air dan Karhutla
-
NUSANTARA17/06/2026 08:30 WIBBNPB: Satu Orang Tewas Akibat Gempa Sulawesi Tengah
-
JABODETABEK17/06/2026 06:30 WIBPerpanjangan SIM A & C Hanya 6 Jam
-
DUNIA17/06/2026 12:00 WIBIran: Israel Akan Terima Respons Keras Jika Terus Serang Lebanon

















