DUNIA
Laporan Axios: Netanyahu Sebut Serangan AS ke Iran Tak Akan Efektif Saat Ini
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran pada pekan ini setelah mendapat pengakuan dari Israel bahwa negara tersebut belum siap menghadapi potensi serangan balasan dari Teheran.
Mengutip laporan Axios, keputusan tersebut diambil Trump setelah melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam percakapan itu, Netanyahu menyampaikan bahwa Israel belum memiliki kesiapan penuh jika Iran melancarkan serangan balasan dalam skala besar.
Senin (19/1/2026), Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat dan Israel menyebutkan bahwa AS juga tidak memiliki kekuatan militer yang cukup di Timur Tengah untuk membantu Israel mencegat serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran secara optimal. Informasi tersebut turut dikutip media Rusia, RIA Novosti.
Seorang penasihat Netanyahu mengatakan kepada Axios bahwa jika serangan dilakukan dalam waktu dekat, langkah tersebut dinilai tidak akan efektif dan tidak menghasilkan capaian strategis sesuai harapan Washington maupun Tel Aviv.
Percakapan telepon antara Trump dan Netanyahu itu terjadi pekan lalu, di tengah pertimbangan serius Gedung Putih untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan.
Penolakan terhadap rencana serangan juga datang dari kawasan Timur Tengah. Dalam komunikasi terpisah dengan Trump, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman disebut menyampaikan keberatannya. Ia menilai serangan ke Iran berpotensi mengganggu stabilitas regional dan memperluas konflik di Timur Tengah.
Faktor-faktor tersebut akhirnya mendorong Trump membatalkan rencana serangan militer ke Iran. Selain itu, Amerika Serikat juga masih menjalankan negosiasi melalui jalur komunikasi rahasia dengan Teheran.
Sebelumnya, di tengah gelombang protes besar di Iran, Trump sempat menghentikan seluruh kontak resmi dengan pejabat Iran. Ia juga secara terbuka menyatakan dukungan terhadap para demonstran dan membuka kemungkinan mengambil langkah keras terhadap Teheran, termasuk opsi militer.
Pernyataan Trump tersebut kemudian dinilai oleh pemerintah Iran sebagai ancaman terhadap kedaulatan Republik Islam Iran dan memperkeruh hubungan kedua negara yang sudah lama tegang.
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru tersebut, sementara situasi geopolitik di Timur Tengah masih terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional. (Mun)
-
JABODETABEK14/03/2026 10:30 WIBDishub DKI Hentikan CFD Jakarta saat Libur Lebaran
-
NASIONAL14/03/2026 07:00 WIBKader PKB Syamsul Auliya Ditangkap KPK dalam OTT Proyek Pemkab Cilacap
-
DUNIA14/03/2026 08:00 WIBPentagon Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Usai Jadi Pemimpin Iran
-
DUNIA14/03/2026 12:00 WIBCENTCOM Pastikan 6 Awak KC-135 Tewas dalam Kecelakaan
-
NASIONAL14/03/2026 13:00 WIBAhmad Sahroni: Polisi Harus Transparan soal Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
-
NASIONAL14/03/2026 14:00 WIBMenag: Umat Islam Dua Kali Rugi Jika Boikot Produk Pro-Israel
-
NASIONAL14/03/2026 09:00 WIBPRIMA Kecam Keras Dugaan Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
-
NUSANTARA14/03/2026 08:30 WIBBMKG: Eks-Siklon Nuri Picu Potensi Hujan Lebat di Indonesia

















