DUNIA
Demi Keamanan Nasional, Trump Tegaskan AS Butuh Greenland untuk Hadapi Rusia dan China
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim tengah bernegosiasi dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terkait rencananya untuk menguasai Greenland. Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan, Jumat (17/1/2026), dikutip Anadolu Ajansi.
“NATO telah bekerja sama dengan kami soal Greenland. Kami sangat membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” ujar Trump. Ia menekankan, tanpa langkah tersebut, AS akan menghadapi “celah besar dalam keamanan nasional,” terutama terkait isu Golden Dome dan inisiatif militer lainnya, meski tidak merinci lebih jauh.
Trump juga menyebut kemungkinan menggunakan tarif sebagai alat tekanan terhadap negara-negara yang menentang kepentingan AS terkait Greenland. “Saya mungkin akan melakukan itu untuk Greenland juga,” katanya, mengacu pada ancaman sebelumnya terhadap Prancis dengan tarif 25 persen untuk menekan harga obat-obatan.
Pekan lalu, Trump menegaskan bahwa AS harus “mengakuisisi” Greenland untuk mencegah Rusia atau China menguasai wilayah otonom milik Denmark itu. Namun, Denmark dan Greenland menolak keras gagasan tersebut, menegaskan kedaulatan Denmark atas pulau terbesar di dunia itu.
Pejabat tinggi Denmark sempat bertemu Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio di Gedung Putih, Rabu (15/1/2026). Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyebut pertemuan itu “terbuka dan konstruktif,” meski terdapat “perbedaan mendasar” antara kedua pihak.
Hasil jajak pendapat CNN yang dilakukan SSRS, Sabtu (17/1/2026), menunjukkan mayoritas warga AS menolak rencana Trump. Sekitar 75 persen warga menentang, sedangkan hanya 25 persen yang mendukung akuisisi Greenland.
Menariknya, dukungan juga terbagi di kalangan pendukung Partai Republik. Sekitar 50 persen menyatakan setuju dengan rencana Trump, sedangkan 50 persen lainnya menentang. Sementara itu, 94 persen pendukung Partai Demokrat menolak keras gagasan tersebut.
Isu ini menimbulkan kontroversi baik di dalam maupun luar AS, mengingat Greenland memiliki nilai strategis dan status otonomi di bawah Denmark, sehingga setiap langkah AS menghadapi penolakan diplomatik yang kuat. (Mun)
-
NASIONAL04/08/2026 16:00 WIBDPR: Jangan Percaya Isu Gaji ASN Dipotong Demi PPPK
-
DUNIA04/08/2026 12:00 WIBIran Tegaskan Tak Ada Dialog Baru dengan Amerika Serikat
-
POLITIK04/08/2026 14:03 WIBPuadi: Mahasiswa Kunci Pengawasan Pemilu di Era Digital
-
POLITIK04/08/2026 10:00 WIBBahlil Minta Kader Golkar Berubah atau Tertinggal di Pemilu 2029
-
NUSANTARA04/08/2026 12:30 WIBPadang-Pariaman-Agam Dikepung Air Satu Meter
-
DUNIA04/08/2026 15:00 WIBDarah Warga Gaza Terus Mengalir Bukti Kesepakatan BoP Cuma Macan Kertas
-
NUSANTARA04/08/2026 15:30 WIBPuluhan Guru dan Murid Tumbang Usai Santap MBG di Sebulu
-
NUSANTARA04/08/2026 23:00 WIBRatusan Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Higiene

















