Connect with us

DUNIA

Cegah Perang Terbuka, China Desak AS dan Iran Tahan Diri

Aktualitas.id -

Foto: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun. (REUTERS/Florence Lo)

AKTUALITAS.ID – Pemerintah China angkat suara terkait keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengerahkan armada tempur besar-besaran ke arah Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan serta mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui jalur dialog.

“China berharap Iran dapat mempertahankan stabilitas nasional dan agar semua pihak menghargai perdamaian, menahan diri, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog,” ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers, Jumat (23/1/2026), seperti dikutip dari laman Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas permintaan komentar dari Agence France-Presse (AFP) terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai pengiriman armada perang menuju Timur Tengah. Pengerahan kekuatan militer itu terjadi setelah beberapa hari berlangsungnya ketegangan dan perdebatan keras antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa armada perang AS saat ini sedang bergerak menuju kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One, Kamis (22/1), usai menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

“Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana, untuk berjaga-jaga. Saya lebih suka jika tidak terjadi apa pun. Tapi kami tetap mengawasi mereka dengan sangat cermat,” kata Trump, seperti dikutip Reuters.

Menurut laporan, kapal-kapal perang Amerika Serikat mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik ke Timur Tengah sejak pekan lalu. Langkah tersebut diambil menyusul memanasnya hubungan AS dan Iran, terutama setelah terjadinya aksi demonstrasi besar di Teheran yang menurut klaim pemerintah Iran menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Trump sebelumnya mengancam akan melakukan intervensi, termasuk opsi militer, jika pemerintah Iran melakukan tindakan represif terhadap para pendemo. Di sisi lain, Iran menyatakan siap melancarkan serangan antisipasi apabila Amerika Serikat dan Israel ikut campur dalam urusan dalam negerinya.

Namun demikian, tak lama setelah mengeluarkan ancaman tersebut, Trump mengklaim terdapat perkembangan positif dari Iran. Ia menyebut bahwa Teheran membatalkan rencana eksekusi terhadap lebih dari 800 tahanan, setelah ia melontarkan ultimatum akan menyerang Iran “lebih keras” dibandingkan sebelumnya.

Di tengah situasi yang memanas, China menegaskan sikapnya yang konsisten mendorong stabilitas regional, dialog diplomatik, dan penyelesaian damai, serta mengingatkan bahwa eskalasi militer hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. (Mun)

TRENDING