DUNIA
Armada Perang Merapat, Jenderal AS Sebut Rencana Serangan ke Iran Bakal ‘Singkat dan Cepat’
AKTUALITAS.ID – Pernyataan pejabat militer Amerika Serikat tentang kemungkinan operasi militer terhadap Iran yang bersifat “singkat, cepat, dan bersih” memicu kekhawatiran eskalasi di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu, yang dilaporkan media Israel, bertepatan dengan penumpukan kapal dan latihan militer AS di perairan regional.
Menurut laporan Channel 14 Israel, Kepala Komando Pusat AS Brad Cooper menyampaikan konsep operasi tersebut dalam pertemuan dengan Kepala Staf Israel Eyal Zamir, menegaskan bahwa Amerika Serikat menyiapkan opsi tindakan terbatas bila diperlukan. Saluran lain mengutip pejabat AS yang menyebut perubahan rezim sebagai salah satu pembicaraan, dengan sasaran yang disebutkan adalah tokoh atau fasilitas yang dianggap bertanggung jawab atas penindasan terhadap pengunjuk rasa.
Kepala Staf Israel menyatakan bahwa tanggal atau keputusan serangan belum ditentukan dan bergantung pada keputusan Presiden AS. Pembicaraan antara kedua militer juga mencakup koordinasi pertahanan jika serangan memicu peluncuran rudal balistik yang dapat mengancam wilayah Israel.
Sikap tegas Washington muncul di tengah gelombang protes di Iran sejak akhir Desember dan tekanan diplomatik dari AS serta sekutu-sekutunya. Iran memperingatkan bahwa setiap tindakan permusuhan akan mendapat respons luas yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan.
Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal perusak telah bergerak dari Samudera Hindia menuju Laut Arab dan akan bergabung dengan kapal-kapal yang sudah ditempatkan di Teluk. Komando Pusat Angkatan Udara AS juga mengumumkan latihan penempatan aset dan personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kerja sama regional, dengan penekanan pada koordinasi bersama negara tuan rumah.
Media Israel melaporkan pula bahwa pemerintahan AS sedang menyusun “bank sasaran” yang mencakup tokoh-tokoh dan fasilitas strategis Iran. Laporan itu menyebut kemungkinan sasaran meliputi elit penguasa dan komandan militer, langkah yang menurut analis bertujuan melumpuhkan kemampuan respons cepat Teheran.
Reaksi dari kelompok pro-Iran dan milisi regional keras. Pemimpin Brigade Hizbullah Irak memperingatkan bahwa perang terhadap Iran bukanlah hal sepele dan menyerukan kesiapsiagaan mujahidin. Kelompok Houthi di Yaman juga mengancam melanjutkan serangan terhadap kapal di koridor Laut Merah jika situasi memanas.
Para pengamat memperingatkan bahwa kombinasi retorika militer, penumpukan kekuatan, dan daftar target sensitif meningkatkan risiko salah perhitungan yang dapat memicu konfrontasi lebih luas. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Washington atau Teheran mengenai rencana serangan, dan sejumlah laporan masih bersumber pada pernyataan pejabat anonim dan media internasional. (Mun)
-
DUNIA27/01/2026 15:00 WIBKapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Kemlu Iran: Agresi Washington Akan Berakhir Menyakitkan
-
POLITIK27/01/2026 13:00 WIBUtut Sebut Ada Pimpinan Komisi I DPR Bakal Masuk Kabinet Prabowo, Siapakah Dia?
-
EKBIS27/01/2026 09:30 WIBThomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, IHSG Melemah
-
NASIONAL27/01/2026 09:00 WIBDPR Tegaskan Tak Ada Anggaran Rp 16,8 Triliun untuk Masuk Dewan Perdamaian Gaza
-
JABODETABEK27/01/2026 16:00 WIBSoal Penangkapan Pedagang Es Gabus, Anggota TNI-Polri Beri Klarifikasi
-
DUNIA27/01/2026 08:00 WIBIsu Kudeta dan Kebocoran Nuklir ke AS, Xi Jinping Copot Dua Jenderal Top China
-
RAGAM27/01/2026 14:30 WIBWaspada! 14 Wilayah di Indonesia Terancam Gempa Megathrust
-
POLITIK27/01/2026 11:00 WIBSarat Negosiasi Politik, RUU Pemilu Dinilai Hanya Untungkan Kelompok Elit

















