Connect with us

DUNIA

Iran Klaim Negosiasi dengan AS Alami Kemajuan di Tengah Ancaman Perang dan Siaga Militer

Aktualitas.id -

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, khamenei.ir

AKTUALITAS.ID – Iran mengklaim terdapat kemajuan signifikan dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), di tengah meningkatnya ketegangan militer dan siaga serangan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan pejabat tinggi Iran untuk meredam spekulasi bahwa kedua negara berada di ambang perang terbuka.

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa jalur diplomasi masih berjalan meski media internasional kerap memberitakan sebaliknya.

“Bertentangan dengan pemberitaan media yang dibuat-buat, pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berjalan,” kata Larijani, seperti dikutip AFP, Minggu (1/2).

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Kremlin mengonfirmasi adanya pembicaraan di Moskow yang melibatkan Rusia, menyusul meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menegaskan bahwa konflik berskala besar hanya akan merugikan semua pihak. Dalam percakapan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak pernah memiliki niat untuk memulai perang.

“Republik Islam Iran tidak pernah menginginkan perang dan sangat yakin bahwa konflik tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan,” ujar Pezeshkian.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi adanya komunikasi langsung antara Washington dan Teheran. Namun, ia tetap menegaskan bahwa opsi militer masih berada di atas meja.

“Iran sedang berbicara dengan kami. Kita akan lihat apakah kesepakatan bisa tercapai. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi. Armada besar kami sedang menuju ke sana,” kata Trump.

Trump juga menyebut bahwa Iran lebih mungkin memilih kesepakatan terkait program nuklir dan persenjataan rudal dibanding menghadapi aksi militer Amerika Serikat.

Upaya deeskalasi turut dilakukan negara-negara kawasan. Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani telah mengadakan pertemuan dengan Larijani di Teheran guna meredakan ketegangan regional.

Ketegangan meningkat tajam setelah AS mengerahkan armada laut yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan dekat Iran. Langkah tersebut menyusul ancaman Trump untuk melakukan intervensi militer atas tindakan keras pemerintah Iran terhadap aksi protes anti-pemerintah.

Kehadiran armada AS memicu kekhawatiran akan konfrontasi langsung. Iran pun memperingatkan akan melancarkan serangan balasan berupa rudal ke pangkalan militer, kapal perang, serta sekutu AS – terutama Israel – jika terjadi agresi.

Kepala Angkatan Darat Iran Amir Hatami menegaskan bahwa militernya berada dalam kondisi siaga penuh.

“Jika musuh melakukan kesalahan, itu akan membahayakan keamanan mereka sendiri, kawasan, dan rezim Zionis. Teknologi dan keahlian nuklir Iran tidak dapat dihilangkan,” tegas Hatami.

Di tengah meningkatnya ketegangan, otoritas Iran membantah adanya serangan atau sabotase pada sejumlah insiden yang terjadi Sabtu lalu. Salah satunya ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, yang menurut petugas pemadam kebakaran setempat disebabkan oleh kebocoran gas, bukan serangan.

Hingga kini, situasi di kawasan masih dalam pengawasan ketat dunia internasional, dengan diplomasi dan ancaman militer berjalan beriringan. (Mun)

Continue Reading

TRENDING