DUNIA
Serang Iran Lewat Udara, Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayahnya
AKTUALITAS.ID – Austria, yang mempertahankan kebijakan netralitas militer yang telah lama berlaku, belum memberlakukan larangan umum terhadap penerbangan AS tetapi sedang meninjau permintaan berdasarkan kasus per kasus, menurut kementerian pertahanan Austria.
Austria menolak permintaan AS untuk menggunakan wilayah udaranya untuk melancarkan operasi militer melawan Iran, dengan alasan hukum netralitas yang diterapkan negara tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria mengonfirmasi adanya beberapa permintaan dari Washington tetapi tidak menyebutkan jumlah pastinya, demikian laporan penyiar publik Austria, ORF.
Partai oposisi Sosial Demokrat (SPO) juga menyerukan pemerintah untuk mempertahankan pendiriannya saat ini.
“Menteri Pertahanan Klaudia Tanner (OVP) seharusnya tidak menyetujui satu pun penerbangan militer AS ke Teluk. Ia juga seharusnya tidak menyetujui penerbangan transportasi atau dukungan logistik lainnya,” kata Sven Hergovich, kepala SPO di Austria Hilir.
“Sama seperti yang dilakukan Spanyol, Prancis, Italia, dan Swiss. Perang ini merusak kepentingan ekonomi Austria, Eropa secara keseluruhan, dan perdamaian dunia,” ujarnya, menambahkan.
Awal pekan ini, Spanyol dilaporkan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan militer terkait konflik tersebut, sementara Italia menolak permintaan pesawat AS untuk mendarat di pangkalan di Sisilia.
(Ari Wibowo/goeh)
-
DUNIA06/06/2026 23:00 WIBPasukan IDF Israel Tewaskan Bayi Palestina Berumur 7 Bulan
-
RIAU06/06/2026 20:30 WIBPolisi Selidiki Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru–Dumai yang Tewaskan Lima Orang
-
NASIONAL06/06/2026 19:00 WIBKursi Wamen Imipas Kosong, Istana: Masih Menunggu Evaluasi
-
DUNIA07/06/2026 08:00 WIBKapal Perang AS Diserang Rudal-Drone Iran
-
RAGAM07/06/2026 08:30 WIBSenyapnya Sesar Baribis Bisa Hancurkan Jakarta Kapan Saja
-
POLITIK06/06/2026 17:00 WIBIstana Serukan Antikorupsi, Pejabat Negara Malah Tersandung Kasus
-
OTOTEK06/06/2026 21:00 WIBMulai Juni 2026 WhatsApp Tak Lagi Bisa Digunakan di Sejumlah Ponsel Ini
-
RAGAM06/06/2026 18:00 WIBAktivitas Digital Tinggi, Gen Z Diprediksi Habiskan 30 Tahun Hidup di Depan Layar

















