Connect with us

DUNIA

Israel Tolak Rekonstruksi Gaza Sebelum Hamas Dilucuti Senjata

Aktualitas.id -

Israel Tolak Rekonstruksi Gaza Sebelum Hamas Dilucuti Senjata - Dok: akutalitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tidak akan ada rekonstruksi Jalur Gaza sebelum kelompok Hamas dilucuti dari persenjataan.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu di tengah pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington DC, Amerika Serikat, yang membahas masa depan Gaza pascaperang dan implementasi gencatan senjata.

“Kami sepakat dengan sekutu kami, AS, bahwa tidak akan ada rekonstruksi Gaza sebelum demiliterisasi Gaza,” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada upacara militer, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Pertemuan itu dihadiri puluhan pemimpin dunia dan pejabat senior untuk membahas langkah lanjutan pascagencatan senjata yang dinegosiasikan pada Oktober lalu oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir.

Presiden AS Donald Trump dalam forum tersebut diperkirakan merinci komitmen bantuan lebih dari US$5 miliar untuk rekonstruksi Gaza. Sebagian besar wilayah Gaza dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat konflik yang berlangsung selama dua tahun terakhir.

Selain agenda rekonstruksi, pertemuan juga membahas rencana pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang bertugas menjaga keamanan di Gaza selama masa transisi

Salah satu isu paling sensitif dalam pembahasan adalah masa depan Hamas, yang masih memiliki pengaruh signifikan di Gaza. Israel menjadikan perlucutan senjata Hamas sebagai syarat utama dalam negosiasi tahap lanjutan gencatan senjata.

Sejumlah pejabat AS, termasuk utusan khusus Steve Witkoff, menyatakan kemajuan signifikan tengah dicapai dalam pembicaraan. Washington menilai tekanan terhadap Hamas untuk menyerahkan senjata semakin meningkat.

Israel bahkan mengusulkan pembatasan luas, termasuk penyitaan senjata ringan yang dimiliki anggota Hamas.

Sikap tegas Netanyahu menegaskan bahwa proses rekonstruksi Gaza akan sangat bergantung pada hasil negosiasi demiliterisasi, yang hingga kini masih menjadi perdebatan utama dalam diplomasi internasional terkait konflik Israel-Palestina. (Mun)

TRENDING