DUNIA
Iran: Pelaku Kematian Khamenei Akan Hadapi Balasan
AKTUALITAS.ID – Menjelang pelaksanaan pemakaman kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei, Iran kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait kematian mantan Pemimpin Tertinggi tersebut. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kematian Khamenei akan menghadapi pembalasan pada waktu yang disebut “tepat”.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, mengatakan kasus pembalasan atas kematian Khamenei dan para korban lain menurut pemerintah Iran masih menjadi agenda yang belum berakhir.
“Berkas pembalasan atas darah suci Khamenei yang Agung dan para martir Iran yang tertindas tetap terbuka,” ujar Zolqadr dalam pernyataannya yang dikutip media pemerintah Iran, Press TV.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak yang menurut Iran bertanggung jawab atas kematian tersebut akan menghadapi konsekuensi.
“Para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini, pada waktu yang tepat yang tidak akan lama lagi, akan menghadapi hukuman yang setimpal,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintah Iran tengah mempersiapkan prosesi pemakaman besar-besaran bagi Khamenei di kompleks Grand Mosalla, Teheran. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk pemasangan foto berukuran besar dan penataan lokasi yang akan menjadi pusat upacara kenegaraan.
Menurut pemerintah Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia pada 28 Februari setelah serangan yang oleh Iran dituduhkan kepada Amerika Serikat dan Israel. Hingga kini, tuduhan tersebut merupakan posisi resmi pemerintah Iran.
Prosesi pemakaman yang sebelumnya tertunda karena situasi konflik di kawasan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026). Jenazah Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla bersama sejumlah anggota keluarganya yang menurut pemerintah Iran juga meninggal dalam serangan yang sama.
Pejabat Iran memperkirakan upacara tersebut akan dihadiri antara 15 juta hingga 20 juta pelayat, sehingga berpotensi menjadi salah satu prosesi pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
Pernyataan terbaru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dipandang sebagai sinyal bahwa ketegangan geopolitik di kawasan masih tinggi, meskipun saat ini berlangsung masa gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat setelah adanya kesepakatan awal untuk meredakan konflik.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Amerika Serikat maupun Israel mengenai pernyataan terbaru pejabat Iran tersebut. (Mun)
-
POLITIK02/07/2026 19:30 WIBSurvei Citra Institute: Lagu MBG Lebih Dongkrak Citra Golkar daripada Bahlil
-
RIAU02/07/2026 16:30 WIBWabup Bagus Santoso: Polri Terus Jaga Keamanan dan Layani Masyarakat
-
FOTO02/07/2026 21:52 WIBFOTO: Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara
-
NASIONAL02/07/2026 20:30 WIBKemensos Tindak Pendamping PKH yang Terbukti Rangkap Pekerjaan
-
RAGAM02/07/2026 20:00 WIBBakal Hadir Drama Komedi Romantis yang Dibintangi Lee Min Ho
-
RIAU02/07/2026 19:00 WIBKirab Nugraha Sakanti Disambut Antusias Personel dan Ratusan Masyarakat di Riau
-
JABODETABEK02/07/2026 17:45 WIBOperasi Pemadaman Darat di TPA Jatiwaringin Terus Dioptimalkan
-
POLITIK02/07/2026 18:00 WIBDKPP Tegaskan Peran Media Massa Penting untuk Transparansi Penegakan Kode Etik Pemilu