OASE
Ternyata Bulan Dibahas Puluhan Kali dalam Al-Qur’an
AKTUALITAS.ID – Bulan bukan sekadar satelit alami Bumi. Dalam Al-Qur’an, bulan menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang disebut berulang kali dalam berbagai surah, mulai dari fungsinya sebagai penunjuk waktu, pengatur kalender hijriah, penjelasan tentang peredarannya, hingga mukjizat yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW.
Sedikitnya terdapat 26 ayat Al-Qur’an yang secara langsung menyebut bulan (al-qamar), menggambarkan perannya dalam kehidupan manusia sekaligus sebagai bukti kekuasaan Allah atas alam semesta.
Salah satu ayat yang paling dikenal adalah Surah Al-Baqarah ayat 189, yang menjelaskan bahwa fase bulan sabit (hilal) menjadi penanda waktu bagi manusia, termasuk dalam penentuan ibadah haji dan kalender Islam.
Sementara itu, Surah Yasin ayat 39 menerangkan bahwa Allah menetapkan fase-fase bulan sehingga bentuknya berubah secara bertahap, dari sabit hingga kembali menyerupai tandan kurma yang tua. Ayat ini menjadi salah satu penjelasan Al-Qur’an mengenai siklus bulan yang menjadi dasar penanggalan hijriah.
Al-Qur’an juga menegaskan bahwa matahari dan bulan bergerak dengan ketetapan yang teratur. Dalam Surah Ar-Rahman ayat 5, Allah berfirman bahwa matahari dan bulan beredar menurut perhitungan yang telah ditetapkan. Pesan serupa juga terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 33 dan Surah Yasin ayat 40, yang menyebut setiap benda langit bergerak pada garis edarnya masing-masing.
Selain berfungsi sebagai penanda waktu, bulan juga disebut sebagai cahaya yang menerangi malam. Surah Yunus ayat 5, Surah Nuh ayat 16, dan Surah Al-Furqan ayat 61 membedakan matahari sebagai sumber cahaya yang bersinar dengan bulan sebagai benda langit yang bercahaya.
Salah satu ayat yang paling sering menjadi perhatian umat Islam adalah pembuka Surah Al-Qamar ayat 1, yang menyebut peristiwa terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Dalam ayat-ayat lain, seperti Surah Fushshilat ayat 37, Surah Al-Hajj ayat 18, dan Surah Ibrahim ayat 33, bulan juga disebut sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia tidak boleh menyembah matahari ataupun bulan, melainkan hanya menyembah Allah yang menciptakan keduanya.
Sejumlah ayat lain mengaitkan bulan dengan kekuasaan Allah dalam mengatur alam semesta, perjalanan waktu, pergantian malam dan siang, hingga gambaran peristiwa pada Hari Kiamat, sebagaimana disebut dalam Surah Al-Qiyamah ayat 8–9.
Para ulama tafsir, termasuk Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa Al-Qur’an juga menerangkan proses penciptaan langit dan bumi. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 29, Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan segala yang ada di bumi, kemudian menciptakan tujuh langit. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir berpendapat bahwa bumi diciptakan terlebih dahulu, kemudian langit disempurnakan, sebelum akhirnya ditata agar layak dihuni manusia.
Bagi umat Islam, ayat-ayat tentang bulan bukan hanya menjelaskan fenomena alam, tetapi juga mengajak manusia merenungkan keteraturan ciptaan Allah SWT. Peredaran bulan, pergantian fasenya, serta fungsinya sebagai penunjuk waktu dipandang sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah yang patut direnungkan dan disyukuri. (Mun)
-
POLITIK29/06/2026 17:00 WIBSafari Politik Jokowi dan PSI Berpotensi Timbulkan Kegaduhan
-
POLITIK29/06/2026 11:00 WIBPartai Buruh Oleng Dihantam Badai Pengunduran Diri 1,3 Juta Kader
-
NASIONAL29/06/2026 16:37 WIBKPK Lakukan OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau
-
POLITIK29/06/2026 09:00 WIB64 Guru Besar Desak Hentikan Intimidasi Mahasiswa
-
JABODETABEK29/06/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 29 Juni
-
EKBIS29/06/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik Lagi
-
NASIONAL29/06/2026 16:30 WIBGus Yaqut Masih Dirawat di RS Polri, KPK Siapkan Tahap II Kasus Korupsi Kuota Haji
-
POLITIK29/06/2026 19:30 WIBSafari Politik di Basis Gerindra dan Riltual Injak Logo Mirip PDIP, Pengamat: Jokowi Bermain Api