DUNIA
Cuma Lewat Iklan, Perusahaan Israel Sadap HP Jurnalis
AKTUALITAS.ID – Jaringan media Al Jazeera murka. Sebuah investigasi terbaru membongkar skandal mengerikan: perusahaan teknologi iklan asal Israel, Discover-Tech, terbukti menanamkan perangkat mata-mata (spyware) super canggih untuk menyadap puluhan perangkat milik jurnalis.
Laporan dari Citizen Lab, unit riset Universitas Toronto, mengungkap bahwa operasi kotor ini menggunakan malware buatan Candiru—perusahaan siber Israel yang telah dijebloskan ke daftar hitam Amerika Serikat sejak 2021. Mengerikannya, peretasan ini menggunakan metode ‘zero-click’. Korban tidak perlu mengklik tautan apa pun; hanya dengan membiarkan iklan yang ditargetkan muncul di layar, perangkat akan otomatis terinfeksi.
Begitu bersarang di perangkat korban, spyware bernilai jutaan dolar ini langsung merampok data-data krusial. Mulai dari dokumen, surel, kredensial kata sandi, hingga riwayat peramban dikuras habis. Malware ini bahkan mampu merekam ketikan keyboard, mengambil tangkapan layar, serta menyalakan mikrofon dan kamera secara diam-diam. Untuk mengelabui sistem keamanan modern, data curian dipecah menjadi bagian-bagian kecil dan dikirim secara bertahap melalui saluran terenkripsi.
“Ini adalah serangan langsung terhadap kebebasan pers. Kami mengutuk keras dan menuntut pihak yang bertanggung jawab untuk dimintai pertanggungjawaban,” tegas pernyataan resmi Al Jazeera Media Network, Jumat (16/10/2026).
Jejak peretasan siber ini awalnya diendus oleh tim teknologi internal Al Jazeera yang menemukan anomali pada perangkat jurnalis mereka yang meliput isu sensitif sejak 2024 hingga 2025. Analisis log jaringan yang diserahkan ke Citizen Lab kemudian mengonfirmasi bahwa Discover-Tech sengaja membeli ruang iklan untuk mengarahkan pengguna ke malware Candiru.
Target operasi intelijen siber ini ternyata jauh melampaui media massa. Laporan terpisah dari perusahaan keamanan Confiant yang berbasis di New York membeberkan fakta bahwa iklan beracun Discover-Tech juga menyusup ke jaringan-jaringan super vital tingkat dunia. Di antaranya adalah Pentagon, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) PBB, hingga Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Tercatat, spyware Candiru ini telah digunakan untuk mengawasi setidaknya 100 jurnalis, tokoh oposisi, dan individu strategis di berbagai belahan dunia. (Mun)
-
JABODETABEK16/10/2026 17:30 WIBBMKG: Jakarta Mulai Terpapar Asap Karhutla Kalimantan
-
DUNIA16/10/2026 15:00 WIBAsap Karhutla Mengerikan! Langit Indonesia Jadi Sorotan Dunia
-
EKBIS16/10/2026 13:00 WIBPengamat Ekonomi: Pariwisata Bali Terancam Gara-Gara Antrean BBM
-
DUNIA16/10/2026 18:00 WIBSaudi Tuding Iran Dalang Memanasnya Perang Yaman
-
NUSANTARA16/10/2026 12:30 WIBMarinir Tangkap Wakil Panglima OPM
-
NASIONAL16/10/2026 14:00 WIBRp800 Juta Diserahkan Lewat Pengacara, KPK Dalami Peran Hercules
-
NUSANTARA16/10/2026 14:30 WIB7 Polisi Samosir Diperiksa Propam Buntut Penyiksaan Tragis Salah Tangkap
-
NASIONAL16/10/2026 16:00 WIBTNI Siap Tunduk Putusan MK soal Peradilan Militer