EKBIS
HPP Rp6.500/Kg Bikin Petani Sumringah Saat Panen Raya
AKTUALITAS.ID – Kebijakan pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai menjadi penyelamat para petani, khususnya saat panen raya. Intervensi ini terbukti menahan harga gabah agar tidak anjlok di bawah standar, terutama di sentra-sentra produksi padi di Jawa Barat.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, Otong Wiranta, mengungkapkan bahwa hasil analisis lapangan di daerah Karawang, Subang, dan Indramayu menunjukkan dampak nyata dari kebijakan ini.
“Dengan adanya penekanan harga tanpa rafaksi, panen pada musim hujan awal 2025 kemarin Alhamdulillah harganya bisa sesuai dengan harapan petani, yaitu mendekati atau sama dengan HPP,” ujar Otong dalam sebuah diskusi yang digelar di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Menurut Otong, tanpa pengawasan dan intervensi pemerintah, harga gabah berpotensi turun drastis hingga Rp5.000 per kilogram. Namun, dengan HPP yang ditetapkan, petani bisa menikmati harga yang lebih menguntungkan.
Ia pun mengakui, memang masih terdapat beberapa kendala di lapangan, seperti tingginya kadar air atau biaya transportasi yang membuat harga sedikit di bawah HPP. Namun begitu, penurunannya dinilai tidak signifikan.
“Dengan harga tanpa rafaksi itu sangat-sangat membantu. Terus terang saja, petani sekarang lebih semangat untuk menanam padi dan melanjutkan budidaya,” tambahnya.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 Tahun 2025 telah menetapkan HPP Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram, yang berlaku sejak 24 Januari 2025.
Salah satu terobosan penting dari kebijakan ini adalah penghapusan sistem rafaksi, yakni pemotongan harga berdasarkan kualitas gabah atau beras. Dengan kebijakan ini, harga gabah petani tetap dihargai sesuai HPP meski terdapat variasi kadar air atau kotoran dalam hasil panen.
Penetapan HPP tanpa rafaksi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya melindungi petani dan mendorong semangat produksi menuju ketahanan dan swasembada pangan nasional. (YAN KUSUMA/DIN)
-
JABODETABEK14/03/2026 10:30 WIBDishub DKI Hentikan CFD Jakarta saat Libur Lebaran
-
NASIONAL14/03/2026 13:00 WIBAhmad Sahroni: Polisi Harus Transparan soal Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
-
DUNIA14/03/2026 08:00 WIBPentagon Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Usai Jadi Pemimpin Iran
-
DUNIA14/03/2026 12:00 WIBCENTCOM Pastikan 6 Awak KC-135 Tewas dalam Kecelakaan
-
NASIONAL14/03/2026 14:00 WIBMenag: Umat Islam Dua Kali Rugi Jika Boikot Produk Pro-Israel
-
NASIONAL14/03/2026 07:00 WIBKader PKB Syamsul Auliya Ditangkap KPK dalam OTT Proyek Pemkab Cilacap
-
NASIONAL14/03/2026 09:00 WIBPRIMA Kecam Keras Dugaan Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
-
NUSANTARA14/03/2026 08:30 WIBBMKG: Eks-Siklon Nuri Picu Potensi Hujan Lebat di Indonesia

















