EKBIS
Rupiah Menguat 0,02%, Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan Mata Uang Asia
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada awal perdagangan hari ini, Senin (9/2/2026). Di pasar spot, rupiah berada di level Rp 16.872 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan ini membuat rupiah naik 0,02% dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026) yang berada di posisi Rp 16.876 per dolar AS. Pergerakan rupiah terjadi di tengah dinamika mata uang Asia yang bergerak bervariasi pada pagi hari ini.
Hingga pukul 09.04 WIB, ringgit Malaysia tercatat menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,42%. Disusul baht Thailand yang menguat 0,4% dan yen Jepang yang naik 0,3%.
Selanjutnya, peso Filipina terapresiasi 0,21%, diikuti dolar Taiwan yang menguat 0,17%, serta yuan China yang naik tipis 0,01% terhadap dolar AS.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia setelah turun 0,1%. Dolar Singapura terkoreksi 0,008%, sedangkan dolar Hong Kong melemah tipis 0,006%.
Di pasar global, pound sterling melemah 0,1% ke level US$ 1,3598, seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris yang melibatkan Perdana Menteri Keir Starmer. Adapun dolar AS bergerak stabil terhadap yuan offshore di kisaran 6,93.
Sementara itu, dolar Australia menguat 0,2% ke US$ 0,7028, dolar Selandia Baru naik tipis 0,1% ke US$ 0,6026, dan euro bergerak datar di level US$ 1,1819.
Di sisi lain, pasar aset digital mengalami tekanan. Harga Bitcoin turun 0,6% ke US$ 70.223,86, sedangkan Ethereum melemah 0,3% ke level US$ 2.086,73. (Firmansyah/Mun)
-
EKBIS10/02/2026 11:30 WIBLanjut Naik! Cek Tabel Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 10 Februari 2026
-
RAGAM10/02/2026 15:30 WIBLibur Panjang! Ini Kalender Libur Awal Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk Siswa SD-SMA
-
NASIONAL10/02/2026 11:00 WIBRibuan Pasukan TNI AD Siap Berangkat ke Gaza untuk Misi Perdamaian
-
EKBIS10/02/2026 10:30 WIBRupiah Menguat Lagi Hari Ini ke Rp16.790 per Dolar AS
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
RAGAM10/02/2026 13:30 WIBBukan Cuma Hujan, Peneliti BRIN Ungkap 3 Penyebab Utama Jakarta Sering Banjir
-
NASIONAL10/02/2026 10:00 WIBDKPP Beri Sanksi Pemberhentian Tetap kepada 3 Anggota KPU
-
DUNIA10/02/2026 08:00 WIBMenteri Israel Perluas Penjajahan di Tepi Barat, Hamas Serukan Pemberontakan

















