EKBIS
Tingkatkan Efisiensi dan Ketahanan Energi, Berkat Integrasi RDMP Balikpapan dan FT Tanjung Batu
AKTUALITAS.ID – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memantau stok dan distribusi BBM di sejumlah SPBU Balikpapan untuk memastikan kesiapan pasokan menjelang Lebaran.
BPH Migas menyebutkan integrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Fuel Terminal (FT) Tanjung Batu, Balikpapan, Kaltim, mampu meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi.
Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati, mengatakan pola distribusi BBM dari Kilang Pertamina Balikpapan memasuki fase baru dari sebelumnya melalui proses bongkar muat BBM dari kapal ke kapal di tengah laut (ship to ship/STS).
Kini, pengiriman BBM dialirkan melalui pipa di dasar laut atau submarine pipeline menuju FT Tanjung Batu untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia.
Erika menjelaskan transformasi tersebut membuat pengiriman BBM menjadi lebih efisien dan terintegrasi langsung dari kilang ke terminal penerima.
“Nanti, produk-produk BBM Kilang Balikpapan dipompa ke sini (FT Tanjung Batu) melalui pipa bawah laut. Setelah itu, didistribusikan ke daerah-daerah, tidak hanya Kalimantan tetapi sampai Makassar, Bali, dan daerah lainnya,” ujarnya dalam kunjungannya untuk memastikan kesiapan Kilang Balikpapan dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2026 di FT Tanjung Batu, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menambahkan keberadaan FT tersebut tidak terpisahkan dari RDMP Balikpapan.
“Kami ingin memastikan FT Tanjung Batu ini sebagai supporting system dari pengembangan RDMP, yang sudah diresmikan Presiden RI. Artinya, RDMP dan FT Tanjung Batu ini menjadi satu kesatuan,” ucapnya.
Fathul berharap tahap pembangunan selanjutnya, yaitu jaringan pipa Tanjung Batu-Samarinda dan Fuel Terminal Palaran dapat berjalan sesuai jadwal.
“Dengan adanya pipa ke Samarinda tentunya distribusi BBM dari Tanjung Batu ini bisa berjalan lancar,” terangnya.
Pada Kamis (27/2/2026), BPH Migas meninjau progres RDMP Balikpapan, yang memasuki tahapan start up unit residual fluid catalytic cracking (RFCC) yang akan mengonversi residu minyak berat menjadi produk BBM bernilai tinggi.
Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief mengatakan proses start-up RFCC Kilang Balikpapan menjadi momentum keberlanjutan kemandirian energi nasional pascaperesmiannya.
“Kita doakan semoga berjalan lancar, sehingga mendukung penyediaan BBM secara nasional,” ujarnya.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono mengingatkan untuk selalu memperhatikan kepatuhan terhadap keselamatan seperti regulasi, alat pelindung diri dan prosedur kerja.
Direktur Infrastruktur Proyek dan Asset Integrity PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Setyo Pitoyo menyatakan penyelesaian RDMP Balikpapan sebagai proyek strategis nasional tersebut terus dikejar.
“Kami terus melakukan best effort dengan kondisi RFCC sudah mulai normal, dan crude intake akan dinaikkan bertahap menjadi 310 ribu BOPD (barel minyak per hari). Apabila selesai keseluruhannya, crude intake akan dioptimalkan menjadi 360 ribu BOPD pada Agustus 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasi Kilang PPN Didik Bahagia menyampaikan kesiapan seluruh kilang dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Sedangkan, Executive General Manager PPN Regional Kalimantan Isfahani juga menegaskan kesiapannya menghadapi Idul Fitri.
(Purnomo/goeh)
-
DUNIA28/02/2026 14:45 WIBKhamenei Dipindahkan Usai Israel Serang Ibu Kota Iran
-
NASIONAL28/02/2026 07:00 WIBBukan Hoaks, Waka MPR Eddy Soeparno Sebut Krisis Iklim Sudah di Depan Pintu
-
RAGAM28/02/2026 18:30 WIBWMI Bakal Gelar Acara Berbagi di Bulan Ramadan
-
JABODETABEK28/02/2026 12:30 WIBPria Tak Dikenal Tewas Terlindas Forklift di Depo Jakut
-
RAGAM28/02/2026 09:30 WIBBMKG: Gerhana Bulan Total 3 Maret Terlihat di Seluruh Indonesia
-
DUNIA28/02/2026 14:30 WIBIsrael Luncurkan Serangan Pendahuluan ke Iran
-
NASIONAL28/02/2026 11:00 WIBIstana Tegaskan Rp223 Triliun MBG Disetujui DPR
-
NASIONAL28/02/2026 06:00 WIBMisbakhun: MBG Pakai Anggaran Pendidikan Bukan Salah Alokasi

















