OTOTEK
1000 Pembeli Pertama Accord e:PHEV Bakal Dapat Diskon Besar
AKTUALITAS.ID – Menurut pengungkapan produksi dan penjualan yang dirilis pada Januari 2026 oleh perusahaan induk GAC Group, GAC Honda hanya mampu menjual 4.558 kendaraan pada bulan itu, yang mewakili penurunan tahun-ke-tahun sebesar 69,86 persen.
Usaha patungan Honda dan GAC di China, melakukan pemangkasan harga untuk model sedan PHEV mereka yakni Accord e:PHEV sebanyak 100 ribu yuan atau setara dengan Rp244,8 juta untuk mendapatkan perhatian publik.
CarnewsChina pada Jumat (27/2/2026) melaporkan bahwa pemangkasan harga ini, menjadikan Honda Accord dijual hanya dengan 138.800 yuan (Rp339.790.728).
Meski demikian, pihaknya menyatakan bahwa harga ini, hanya berlaku untuk 1.000 konsumen pertama yang melakukan transaksi pembelian kendaraan tersebut.
Besarnya diskon ini menarik perhatian di pasar otomotif China, di mana persaingan harga semakin intensif di segmen harga 100.000 hingga 150.000 yuan selama kuartal pertama tahun 2026.
Data kinerja pasar beberapa bulan terakhir, mencatatkan adanya penurunan volume untuk merek tersebut. Sehingga, perusahaan harus berjuang untuk mendapatkan perhatian konsumen otomotif di China agar mau membeli kendaraan GAC Honda.
Penjualan sepanjang tahun 2025, perusahaan itu hanya mampu mencapai 351.900 unit, turun 25,22 persen dari tahun sebelumnya.
Justru iklim yang positif terjadi di jenama kendaraan listrik GAC Aion, pihaknya melaporkan penjualan pada Januari terjadi sebanyak 21.600 unit, naik 171,63 persen dari tahun sebelumnya.
Dalam konteks persaingan ini, penurunan harga pada sedan hasil usaha patungan yang sudah mapan bertepatan dengan meningkatnya ketersediaan kendaraan hibrida plug-in dan kendaraan listrik baterai dari produsen dalam negeri dengan kisaran harga yang serupa.
Accord e:PHEV diposisikan di segmen sedan ukuran menengah di Tiongkok, yang mencakup model bermesin pembakaran internal dan model elektrifikasi.
GAC Honda menyatakan bahwa unit Accord e:PHEV yang didiskon ini, merupakan bagian dari promosi terbatas untuk memperingati 50 tahun sejarah global Accord.
(Yan Kusuma/goeh)
-
DUNIA19/10/2026 00:00 WIBSaudi Minta Houthi Diputus dari Pasokan Senjata
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
DUNIA18/10/2026 08:00 WIBSingapura Ungkap 7 Perusahaan Diduga Picu Asap Karhutla RI
-
RAGAM18/10/2026 23:00 WIBKaki Bau? Jangan Anggap Sepele
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan
-
RAGAM18/10/2026 17:00 WIBBMKG Ingatkan Pesisir Jakarta hingga Bali Terancam Rob
-
POLITIK18/10/2026 11:00 WIBMTI Minta Parpol Gunakan Rekam Jejak untuk Menyeleksi Pemimpin
-
POLITIK18/10/2026 09:00 WIBPrabowo Dua Periode, Jokowi Sebut Pemilu 2029 Masih Jauh

















