EKBIS
Ketegangan Perang Mereda, IHSG Pesta Pora Pagi Ini
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, (8/4/2026). Pada awal sesi perdagangan, IHSG berhasil masuk ke zona hijau dan berada di posisi 7.162,406.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi tercatat mencapai 2,97 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,76 triliun. Sementara frekuensi perdagangan mencapai 141.780 kali transaksi.
Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 420 saham mengalami penguatan, sedangkan 98 saham melemah dan 151 saham lainnya bergerak stagnan.
Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.25 WIB, IHSG bahkan sempat melonjak 201,462 poin atau setara 2,89 persen ke posisi 7.172,490. Dalam rentang perdagangan tersebut, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.178 dan terendah di 7.118.
Aktivitas pasar juga terpantau cukup ramai dengan total transaksi sementara mencapai Rp5,009 triliun dan volume perdagangan sebanyak 10,816 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.575,174 triliun.
Secara keseluruhan, terdapat 486 saham yang menguat, sementara 108 saham mengalami penurunan, dan 129 saham lainnya belum bergerak dari posisi sebelumnya.
Dari sisi sentimen domestik, Mirae Asset Sekuritas menyebutkan bahwa FTSE Russell resmi mengumumkan hasil Equity Country Classification Review yang mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market.
Dalam risetnya, Mirae Asset menyatakan bahwa tidak adanya penurunan status Indonesia ke kategori Frontier Market menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Sementara itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global yang turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan.
Pasar saham Asia-Pasifik terpantau menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah sepakat untuk menangguhkan rencana serangan terhadap infrastruktur Iran selama dua minggu.
Penangguhan tersebut dilakukan dengan syarat Iran membuka akses Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman bagi jalur perdagangan internasional.
Keputusan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar global, termasuk pasar saham Indonesia, karena berpotensi meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya menekan pasar keuangan. (Firmansyah/Mun)
-
NUSANTARA15/04/2026 08:30 WIBWakapolda Riau Lepas Satgas Jembatan Merah Putih Tahap II
-
OTOTEK15/04/2026 16:30 WIBTiongkok Mulai Menyalip, Ini Dia Daftar Mobil Terlaris Sepanjang Q1 2026
-
POLITIK15/04/2026 10:00 WIBKasus Panas! Kritik ke Presiden Diseret ke Ranah Hukum
-
EKBIS15/04/2026 10:30 WIBPagi Hijau! Rupiah Menguat Lawan Dolar AS
-
NASIONAL15/04/2026 09:00 WIBHabiburokhman: Polri Harus Konsisten Tindak Anggota Bermasalah
-
NUSANTARA15/04/2026 07:30 WIBKomplotan Curanmor Nawaripi Akhirnya Tertangkap
-
NUSANTARA15/04/2026 14:30 WIBNekat! Pengamen Jual Motor Curian via Status WA
-
OASE15/04/2026 05:00 WIB5 Ayat Ini Ungkap Misi Besar Para Nabi di Dunia