EKBIS
Kolaborasi, Petrosea dan Distrik Miru Komitmen Kembangkan RTH
AKTUALITAS.ID – Wajah Jalan Cenderawasih, tepatnya di Jalan Cenderawasih, seberang Bundaran Mimika Smart City bakal segera bersalin rupa.
Melalui skema sinergi antara sektor privat dan birokrasi, PT Petrosea Tbk resmi menggandeng Pemerintah Distrik Mimika Baru untuk menyulap kawasan tersebut menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terintegrasi.
Langkah ini dikukuhkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh CSR Superintendent PT Petrosea Tbk, Aditya Ramadhana Djaja, dan Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, di Hotel Horison Diana Timika, Rabu, 15 April 2026.
Proyek ini disebut sebagai realisasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan di wilayah operasionalnya.
Aditya Ramadhana Djaja menyatakan bahwa ketersediaan RTH merupakan instrumen penting untuk menekan laju polusi di kawasan urban yang kian padat.
Proyek di area SP 2 ini diharapkan menjadi pilot project yang nantinya dapat diduplikasi di wilayah lain.
“Nah, kita lihat kita di area ring satu kita, salah satunya di SP 2 ini, apa namanya, Ruang Terbuka Hijau ini menjadi hal yang penting di seluruh Indonesia, termasuk di Timika ini,” ujar Aditya.
Dalam teknis pelaksanaannya, Petrosea berperan menyuplai material dan menggandeng kontraktor pihak ketiga. Meski fokus pada ring satu, Aditya tak menutup kemungkinan ekspansi program ke wilayah lain jika asesmen lapangan menunjukkan kebutuhan serupa.
“Dan harapan juga mungkin bisa kita merambah ke RTH di Mimika juga, cuma mungkin di distrik yang lain yang perlu kita lihat, nanti kita ases apakah perlu dilakukan pengembangan atau dibuatkan RTH yang baru,” tambahnya.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menegaskan bahwa penataan RTH ini bukan sekadar urusan estetika kota. Pemerintah Distrik sengaja menyisipkan fungsi ekonomi untuk mengakomodasi para perajin lokal, khususnya perajin noken dari kalangan Orang Asli Papua (OAP).
“Jadi itu adalah intervensi taman yang akan kita buat baik setelah kita tata sesuai dengan apa yang telah direncanakan dengan Petrosea,” jelas Merlyn.
Merlyn memastikan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai ekonomi di RTH tersebut menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tingkat distrik.
“Nanti kita akan masukkan mama-mama yang berjualan noken, ya UMKM. Kemarin kita sudah OAP (Orang Asli Papua) ya, khusus OAP di RTH itu,” imbuhnya.
Aksi lapangan dijadwalkan dimulai pada Jumat pekan ini. Merlyn menekankan pentingnya masa transisi perawatan agar aset publik tersebut tidak terbengkalai setelah diserahkan.
Upaya ini juga merupakan bagian dari gerakan “Miru Bergema” (Mimika Baru Bersih, Gerak Bersama, dan Berdampak Nyata) yang tengah digalakkan untuk menciptakan ekosistem urban yang lebih manusiawi di Timika.
(Ahmad).
-
NUSANTARA15/04/2026 08:30 WIBWakapolda Riau Lepas Satgas Jembatan Merah Putih Tahap II
-
NUSANTARA15/04/2026 07:30 WIBKomplotan Curanmor Nawaripi Akhirnya Tertangkap
-
NUSANTARA15/04/2026 13:30 WIBKreatif Banget! Persit Mimika Ubah Batu Biasa Jadi Aksesori Premium
-
POLITIK15/04/2026 10:00 WIBKasus Panas! Kritik ke Presiden Diseret ke Ranah Hukum
-
OTOTEK15/04/2026 16:30 WIBTiongkok Mulai Menyalip, Ini Dia Daftar Mobil Terlaris Sepanjang Q1 2026
-
EKBIS15/04/2026 10:30 WIBPagi Hijau! Rupiah Menguat Lawan Dolar AS
-
NASIONAL15/04/2026 09:00 WIBHabiburokhman: Polri Harus Konsisten Tindak Anggota Bermasalah
-
NUSANTARA15/04/2026 14:30 WIBNekat! Pengamen Jual Motor Curian via Status WA