NUSANTARA
4 Desa di Bolaang Mongondow Terendam Banjir Parah
AKTUALITAS.ID – Bencana banjir bandang melanda empat desa di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak beberapa hari terakhir. Sebanyak 601 jiwa dilaporkan terdampak akibat peristiwa ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara mencatat, sedikitnya 181 kepala keluarga (KK) atau 601 jiwa terdampak banjir yang terjadi sejak Rabu (27/5/2026).
Kepala BPBD Sulut, Adolf Tamengkel, mengatakan data terbaru menunjukkan terdapat 134 rumah yang terdampak akibat luapan Sungai Botuk.
“Berdasarkan data terbaru Jumat (29 Mei), 134 rumah terdampak dengan total 181 KK atau 601 jiwa terdampak banjir bandang sejak Rabu (27/5),” ujar Adolf, Sabtu (30/5/2026).
Banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Bolaang Mongondow hingga menyebabkan Sungai Botuk meluap dan tidak mampu menampung debit air.
Luapan air tersebut membawa material lumpur, kayu, dan sampah yang kemudian masuk ke permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.
Empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan.
Dari keempat desa tersebut, Desa Solimandungan II menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 103 rumah dan 460 jiwa terdampak. Selain itu, tercatat dua rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, delapan rumah rusak ringan, serta satu warung mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, di Desa Solimandungan I terdapat 19 rumah dengan 89 jiwa terdampak, termasuk 11 balita dan enam lansia. Di Desa Komangaan tercatat 11 rumah dan 48 jiwa terdampak, sedangkan Desa Solimandungan Baru hanya satu rumah yang terdampak.
Selain permukiman warga, banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti rumah ibadah dan sarana pendidikan.
BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat saat ini masih melakukan proses pembersihan material lumpur dan kayu yang menumpuk di area terdampak.
“Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan penanganan darurat dan pembersihan lokasi banjir,” kata Adolf.
Hingga kini, petugas masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang dapat memperparah kondisi di wilayah tersebut. (Ahmad/Mun)
-
NUSANTARA29/08/2026 20:00 WIBMerapi Bergolak! Awan Panas Melesat hingga 2.000 Meter
-
DUNIA29/08/2026 21:00 WIBPakistan di Ambang Jurang, Seruan Reformasi Radikal Menggema
-
EKBIS29/08/2026 22:00 WIBPurbaya Incar Rp 5 Triliun Pajak Baja
-
NASIONAL30/08/2026 06:00 WIBMK: Pasal Penghinaan DPR & Pemerintah Tak Berlaku
-
NUSANTARA29/08/2026 23:00 WIBPatahan Palu-Koro Bisa Picu Tsunami Raksasa
-
DUNIA30/08/2026 00:00 WIBRusia Klaim Sukses Luncurkan Rudal Antarbenua
-
POLITIK30/08/2026 14:00 WIBBudi Arie Tegaskan Percepatan Pemilu Bukan Sikap Jokowi
-
NASIONAL30/08/2026 07:00 WIBKomisi III DPR Beberkan Daftar 13 Pidana